ROKAN HILIR – Inspektorat Kabupaten Rokan Hilir terus mendorong penanaman nilai-nilai integritas dan budaya antikorupsi sejak dini melalui sosialisasi kepada pelajar tingkat SD dan SMP. Kegiatan tersebut digelar di Kecamatan Pekaitan, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Kecamatan Batu Hampar dan Bangko. Sosialisasi dipimpin Kepala Inspektorat Kabupaten Rokan Hilir H. Sarman Syahroni bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rohil H. M. Nurhidayat.
Kegiatan ini turut dihadiri penyuluh antikorupsi, Sekretaris Camat Pekaitan, para kepala sekolah, guru, serta siswa.
Pimpin Apel Pencanangan Sensus Ekonomi 2026, Sekda Rohil: Data Akurat Jadi Kompas Pembangunan
APBN 2027 Dorong Percepat Hilirisasi dan Serap Jutaan Tenaga Kerja
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menerapkan nilai-nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta sikap saling menghargai.
Menurut H. Sarman Syahroni, pendidikan karakter memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berintegritas. Sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk menuntut ilmu, tetapi juga menjadi lingkungan strategis dalam membangun karakter dan kepribadian siswa.
"Guru diharapkan dapat menjadi teladan dalam menerapkan nilai kejujuran, kedisiplinan, dan transparansi kepada peserta didik," ujarnya.
Lewat CFD, Bupati Bistamam Ajak Warga Rohil Budayakan Hidup Sehat
TP PKK Rohil Raih Penghargaan Nasional atas Keberhasilan Tekan Anak Zero Dose
Ia berharap nilai-nilai integritas yang ditanamkan sejak dini dapat menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, akan lahir generasi muda Rohil yang memiliki karakter kuat dan mampu menjunjung tinggi nilai antikorupsi.
"Pendidikan karakter sejak dini adalah langkah strategis untuk membentengi anak dari budaya korupsi," tegas Sarman.