Ia menambahkan, keberadaan pusat teknologi tersebut sejalan dengan prioritas nasional dalam penguatan pendidikan tinggi, hilirisasi hasil riset dan pengembangan talenta.
Salah satu peneliti UGM yang terlibat dalam proyek eNose-TB, Dr. Dian Kesumapramudya Nurputra, M.Sc., Ph.D., Sp.A., mengatakan dukungan infrastruktur dan keahlian AI akan membantu mempercepat proses penelitian.
“Sebagai peneliti, kami percaya bahwa teknologi yang dikembangkan di Indonesia mampu menyelesaikan berbagai tantangan yang ada di dalam negeri,” katanya.
Indosat Hadirkan SheHacks, Dukung Pertumbuhan Perempuan Lewat AI
Indosat Luncurkan Program #LebihBaikIndosat, Pastikan Koneksi Andal Selama Ramadan dan Mudik
Dian berharap pengembangan teknologi kesehatan berbasis AI dapat menghasilkan solusi yang terjangkau dan mudah diakses masyarakat.
Peluncuran UGM Indosat NVAITC menjadi bagian dari rangkaian kerja sama yang telah dimulai sejak Juli 2025 melalui inisiasi tata kelola organisasi. Kolaborasi kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Letter of Intent pada awal 2026 sebelum pusat teknologi tersebut resmi diluncurkan pada 13 Agustus 2026.