|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Rep
ANKARA - Ribuan wanita mengenakan jilbab selama bulan suci Ramadhan untuk meningkatkan kesadaran tentang penutup kepala, dan mendidik orang tentang memerangi Islamofobia. Pendiri World Hijab Day Organization, Nazma Khan mengungkapkan, dari Belarus, Brasil, Kanada, Jerman, Malaysia, Selandia Baru, Amerika Serikat (AS) dan seluruh dunia, wanita berpartisipasi dalam Ramadan Challenge untuk tahun kedua berturut-turut.
"Dengan mengundang wanita dari berbagai agama dan latar belakang untuk mengenakan jilbab, itu menormalkan jilbab," kata Khan dilansir dari Anadolu Agency, Minggu (2/6).
"Jadi, itu tidak lagi tinggal sesuatu yang 'tidak diketahui' yang mungkin ditakuti oleh beberapa orang atau melihatnya sebagai ancaman," ucap Khan.
Ribuan Warga Padati Kampar Utara, Rela Berjalan Ratusan Meter Demi Saksikan Pembukaan MTQ ke-54
Ribuan Warga Kepung Kantor Gubernur Riau, Tuntut Kepastian Nasib di Tesso Nilo
Akan tetapi beberapa wanita mengaku telah terinspirasi, sehingga mereka mengambil sendiri tantangan ini dengan mengambil langkah lebih jauh. Mereka memutuskan untuk berpuasa selama 29 atau 30 hari.
"Bagi saya, berpartisipasi dalam tantangan jilbab 30 hari dan berpuasa adalah seperti berjalan-jalan dengan sepatu orang lain. Saya ingin mempelajari seperti apa rasanya bagi orang lain dan memahami apa yang mungkin mereka alami," ucap Ambasador World Hijab Day, Ashley Pearson.