|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : dasmun
RENGAT - Sebanyak tiga ekor gajah liar berkeliaran dibeberapa wilayah di Kecamatan Peranap, Inhu. Bahkan kawanan gajah liar sudah sampai ke belakang dapur rumah warga.
Informasi yang diterima dari Polres Inhu, gajah liar sudah terpantau memasuki areal perkebunan dan dekat pemukiman warga sejak empat hari lalu, 5 Juni 2019.
"Gajah liar berjumlah sekitar tiga ekor sudah berada di perkebunan masyarakat, bahkan sudah sampai ke belakang perumahan masyarakat sejak tanggal 5 Mei 2019," kata Kapolres Inhu, AKBP Dasmin Ginting melalui Ps Paur Humas Aipda Misran.
Riau Jadi Simpul Utama Tol Trans Sumatera, Tiga Ruas Masuk PSN Pemerintahan Prabowo
Pemerintah Segel PT Toba Pulp Lestari dan Tiga Pihak Lain Terkait Banjir Sumatra
Dijelaskannya, tiga ekor gajah Sumatera itu diketahui sudah melintasi sejumlah wilayah di Peranap. Di antaranya Desa Baturijal Barat, Desa Baturijal Hulu, Kelurahan Baturijal Hilir, hingga ke Kelurahan Peranap, Kecamatan Peranap.
Gajah-gajah liar diketahui memakan tanaman kelapa sawit, karet dan tanaman pisang milik masyarakat. Hingga saat ini belum dapat diperkirakan berapa hektare tanaman warga yang rusak.
Meski begitu belum ada laporan terkait warga yang menjadi korban penyerangan gajah liar tersebut. Masyarakat juga terus berupaya melakukan pengusiran gajah dengan menggunakan petasan, mercon dan suara-suara keras lain.
Luhut Bantah Narasi Menteri Pertahanan Soal Bandara IMIP 'Negara dalam Negara'
WhatsApp Hapus Akses Chatbot AI Pihak Ketiga Mulai 2026
"Situasi di lapangan sampai saat ini masyarakat masih tetap berjaga," ujar Misran.
Sementara itu, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) akan mendatangkan gajah jinak untuk menggiring gajah liar yang masuk ke wilayah pemukiman warga di Kecamatan Peranap. Hingga kini tim BKSDA memang belum turun ke lokasi, dikarenakan masih dalam libur lebaran.
"Kalau sekarang memang tidak ada tim yang turun ke lokasi, jadi selesai lebaran baru tim akan turun," kata Humas BKSDA Rengat, Permohonan Lubis.
Kolaborasi PT Arara Abadi, Universitas Riau dan Media Lakukan Mitigasi dan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan
Pasca Penyerangan Gajah pada Bocah,BBKSDA Riau Turunkan Tim Mitigasi
Begitu juga terkait rencana menurunkan gajah jinak untuk melakukan penggiringan, Lubis mengatakan, akan dilakukan setelah dipastikan melalui perintah pimpinan.
"Kita menunggu perintah dulu. Karena berhubungan dengan pengangkutan dari tempat pelatihan gajah di Sebanga atau Minas," katanya.
Kelompok gajah liar yang masuk ke permukiman warga di Kecamatan Peranap diduga berasal dari areal Hutan Tanama Industri (HTI). *
Tiga Relawan Indonesia Peserta Global Sumud Flotilla Pulang ke Tanah Air
PBB Desak Investigasi Dugaan Kekerasan Aparat dalam Aksi Protes di Indonesia