|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : okezone.com
Secara khusus kelenteng ini berhubungan dengan salah satu bawahannya yang dikenal dengan nama Sam Po Soei So, yang menikah dengan putri seorang alim pribumi bernama Embah Said Dato Kembang, dan masuk Islam.
Sam Po Soei So meninggal begitu juga istrinya dan dimakamkan dalam satu liang di kawasan kelenteng tersebut. Begitu juga terdapat makam mertuanya di kawasan kelenteng tersebut.
Itulah sebabnya kelenteng tersebut menjadi tempat ibadah bagi umat Buddha dan tempat berziarah bagi warga muslim. Tetapi akibat wabah malaria di kawasan Ancol, banyak warga pergi ke luar wilayah tersebut, dan jemaah kelenteng ini mulai berkurang.
Laudia Cinta Bella, Jahit Indahnya Masa Depan Lewat Vokasi PHR
Melihat Sisa Peninggal Kebesaran Kerajaan Melayu Rokan Hulu
Berdirinya kelenteng ini sebagai bukti bahwa perbedaan yang ada tidak seharusnya menjadi pertikaian, terdapat rasa saling menghargai dan menghormati, terutama di Kota Jakarta yang multietnis.
Kelenteng ini merupakan ”Kelenteng Tionghoa paling tua" dan dibangun kembali pada pertengahan abad-18. Kelenteng ini terletak di Ialan Lautze 38, Jakarta Utara.*