|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Linda
PEKANBARU - Warga Kelurahan Maharatu, RT 03 RW 06, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, melakukan aksi damai menolak rencana Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) menjadikan kosan Nevada untuk penampungan warga asing atau imigran.
Penolakan itu disampaikan langsung oleh puluhan perwakilan warga di depan kosan Nevada, Jalan Kertama, Senin (9/9) siang. Masyarakat tidak terima karena banyak isu-isu negatif terkait imigran.
"Masyarakat menolak keberadaan penampungan Nevada untuk imigran. Mungkin ada anggapan efek samping atau perbedaan adat istiadat," ujar Ketua RW 6 Kelurahan Maharatu, Sucipto.
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara
Bupati Siak Imbau Warga Rayakan Tahun Baru Hindari Kerumunan Massa
Dia menjelaskan, perbedaan kebiasaan dan adat istiadat imigran dikhawatirkan membawa dampak negatif bagi masyarakat. "Selalu dengar dari tempat lain, sering terjadi hal tak diinginkan hingga masyarakat trauma," kata Ketua Forum RT RW Kelurahan Maharatu, Sucipto.
Selain di kelilingi rumah warga, di sekitar penampungan Nevada juga banyak kosan mahasiswa. Menurut Sucipto, jangan sampai keberadaan imigran mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitarnya.
Hal senada juga disampaikan ketua pemuda setempat, Riki. Menurutnya aksi damai dilakukan sekitar 30 orang warga. Mereka membawa spanduk berisi penolakan dijadikannya kosan Nevada sebagai penampungan imigran disampaikan seluruh RW dan RT di Kelurahan Maharatu.
Penertiban di Bandara IWIP Berbuah Hasil, Warga China Ditangkap saat Bawa Mineral Ilegal
Pastikan Ketersedian Air ke Sawah Warga, Bupati Afni Bentuk Satgas Bersama
"Ini bukan dari satu RT saja tapi perwakilan seluruh RT di Kelurahan. Maharatu. Warga tidak terima kehadiran Nevada untuk penampungan,. Warga mendengar ada (Imigran) yang menghamili istri orang dan mencuri," jelas Riki.
Dia menjelaskan awalnya penampungan Nevada merupakan kos-,kosan bagi mahasiswa maupun pekerja. Akhirnya tempat itu dibeli oleh pihak Nevada dan akan dijadikan penampungan oleh Rudenim Pekanbaru.
Riki mengatakan, rencana dijadikannya Nevada sebagai penampungan imigran diketahui dari satu warga ke warga lainnya. Akhirnya mereka menyampaikan ketidaksetujuan kepada ketua RW setempat.
Ribuan Warga Padati Kampar Utara, Rela Berjalan Ratusan Meter Demi Saksikan Pembukaan MTQ ke-54
Gelar Rumah Rakyat Perdana, Bupati Afni Dengar Langsung Curhat Warga
Akhirnya warga kompak dan tidak terima. Datangi RW, bikin surat penolakan, Seperti ke Kesbangpolinmas, Rudenim, dan Polsek Bukit Raya," tutur Riki.
Riki menyebutkan aksi penolakan ini merupakan yang pertama. Namun tidak menutup kemungkinan akan ada aksi lanjutan.
"Hari ini ada rapat dengan Kesbangpolinmas. Tergantung hasil rapat, kalau belum menyenangkan pasti akan ada kelanjutan," tutur Riki.
Sidang Paripurna HUT ke-26 Siak, Bupati Afni Sebut Pentingnya Kolaborasi untuk Kesejahteraan Warga
Israel Ancam Habisi Semua Warga yang Bertahan di Kota Gaza
Terpisah, Kepala Rudenim Pekanbaru, Junior M Sigalingging, mengatakan, pihaknya hanya mengikuti peraturan pemerintah saja.
"Kalau kita sesuai Perpres hanya sebagai pengawas keimigrasian. Kalau tempat penampungan, itu yang menentukan pemerintah daerah," kata Junior.
Junior menyebutkan, pro dan kontra terkait penampungan imigran sudah biasa terjadi. "Sekiranya warga menolak, tidak akan dijadikan tempat penampungan. Itu hak warga," kata Junior.
Komnas HAM Bongkar Fakta Mengejutkan di Tesso Nilo di Riau
Bupati Siak Soroti Dana PI 10% dari PHR, Warga Wilayah Kerjanya Minas Kesulitan Air Bersih
Dia mengingatkan, agar tidak ada intimidasi. "Sekarang kita punya 8 tempat penampungan, masih banyak tempat kosong. Pengungsi jugs makin berkurang," sambung Junior.
Dikatakan Junior, dirinya juga tak memungkiri bahwa para pengungsi ini juga banyak yang pelanggaran. Namun dia menegaskan, proses pemberian sanksi dan hukuman kepada pengungsi yang melanggar aturan, tetap diberikan. *