|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putra | Penulis : Rizkyan
Pekanbaru - Polemik pernyataan Politisi PDI Perjuangan Puan Maharani berujung dengan dikembalikannya surat dukungan partai tersebut oleh Mulyadi-Ali Mukhni. Sebab, meski tampa dukungan partai ini, mereka tetap bisa lolos pada pencalonan.
Absennya partai berlambang kepala banteng moncong putih itu di Pilkada Sumatera Barat disampaikan Ketua DPD PDIP Sumbar Alex Indra. Menurut dia, dengan tidak mengusung pasangan calon, maka itu bisa diartikan sebagai absen dalam proses Pilgub Sumbar.
"Yang pasti kami tidak mengusung pasangan calon, sama artinya absen dalam proses Pilgub (pemilihan gubernur) ini," kata Ketua DPD PDIP Sumbar Alex Indra melalui pesan singkat kepada Republika, Ahad (6/9).
Setelah ‘Dirujak’ Netizen, Endipat Akhirnya Minta Maaf ke Ferry Irwandi
PBNU Umumkan Berakhirnya Masa Jabatan Gus Yahya, Kepemimpinan Dialihkan ke Rais Aam
Proses tahapan Pilgub Sumbar 2020, menurut dia sudah dimulai sejak tahun lalu. Lanjutnya, proses itu sempat tertunda akibat pandemi sehingga sudah melalui waktu dan tahapan yang sangat panjang.
Sedangkan, proses di internal partai dimulai saat para calon mendaftar. Partai, sambung dia, kemudian mempelajari secara seksama antara lain rekam jejak, elektabilitas yang diukur dengan metode survei sebelum diambilkan keputusan.
Sehingga akhirnya, PDIP akhirnya memberikan rekomendasi kepada pasangan Mulyadi-Ali Mukhni sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar. Keputusan ini menunjukan bahwa PDIP benar-benar melakukan seleksi calon secara objektif karena meskipun keduanya merupakan kader Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN).
Akhirnya Mantan Menteri Era Jokowi, Gus Yaqut Diperiksa KPK
Maarten Paes dan Marselino Dipastikan Absen Kontra China, Timnas Siapkan Pengganti
DPD Sumbar sendiri, saat ini tengah menunggu instruksi selanjutnya dari DPP PDIP terkait langkah mereka dalam Pilkada tingkat provinsi di Sumbar. Dia meminta kader PDIP untuk tetap menjalankan perintah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri "Terkait dukung mendukung tentu kami menunggu instruksi DPP Partai," katanya.
Seperti diketahui, Ali Mukhni memberikan pernyataan melalui video bahwa ia dan Mulyadi hanya diusung oleh Demokrat dan PAN ketika mendaftar di KPUD. Keduanya sepakat mengambil keputusan itu setelah mendengar masukan dari berbagai pihak.
Dia menyatakan bahwa pihaknya mengembalikan SK rekomendasi dukungan PDIP karena didorong oleh masyarakat Sumbar di ranah Minang maupun di rantau dan masukan dari banyak tokoh masyarakat Minang. Mereka mengaku kecewa terhadap pernyataan Puan Maharani.
Akhirnya! Warga Laporkan Jufrizal ke Bawaslu, Serahkan Bukti Uang Rp32 Juta Pemberiannya
19 Tahun Buron, Mantan Dirut PT Siak Zamrud Pusako Nader Thaher Akhirnya Ditangkap
Sebelumnya, saat mengumumkan rekomendasi calon kepala daerah Sumbar, Puan berharap agar provinsi tersebut mendukung negara Pancasila. Kendati, Puan tidak menjelaskan lebih lanjut maksud pernyataannya itu. Adapun dalam Pilkada Sumbar, PDIP mendukung pasangan Mulyadi-Ali Mukhni.
"Untuk Provinsi Sumatra Barat rekomendasi diberikan kepada Mulyadi dan Ali Mukhni. Semoga Sumatra Barat bisa menjadi provinsi yang mendukung negara Pancasila," katanya. (*)
Sumber: Republika.