|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : red | Penulis : PE/RIN
PEKANBARU -- Kota Pekanbaru masuk 10 besar daerah dengan jumlah penduduk miskin terendah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2021, Pekanbaru menjadi urutan ke 6 mengalahkan Balik Papan, Denpasar, Banjar dan juga daerah tetangga, yaitu Kota Solok.
Sementara itu, untuk skala Provinsi Riau, angka kemiskinan di Kota Pekanbaru tercatat paling rendah, yakni hanya 2,83%. Setelahnya ada Kota Dumai dengan persentase penduduk miskin sebesar 3,42%.
Sedangkan untuk Kabupaten/Kota dengan angka kemiskinan tertinggi di Provinsi Riau adalah Kepulauan Meranti. Jumlah penduduk miskin di kabupaten tersebut mencapai 48,5 ribu jiwa atau 25,68% pada Maret 2021.
Bupati Siak Rangkul Lawan Politiknya, Afni: Kami Sudah Move On
Perkuat Kinerja Organisasi, Imigrasi Pekanbaru Lantik Pejabat Baru
Artinya 1 dari 4 penduduk di Kepulauan Meranti hidup di bawah garis kemiskinan. Kabupaten/kota dengan persentase kemiskinan tertinggi kedua di Riau adalah Kabupaten Rokan Hulu, yakni sebesar 10,4. Diikuti Kabupaten Pelalawan dengan angka kemiskinan 9,63%.
Secata total, untuk jumlah penduduk miskin Riau bertambah 17,42 ribu jiwa (3,6%) menjadi 500,81 jiwa pada Maret 2021, dibanding Maret 2020. Persentase penduduk miskin juga naik menjadi 7,12% dari sebelumnya hanya 6,72% seiring merebaknya pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020.
Wali Kota Pekanbaru Dr. Firdaus ST MT mengatakan, capaian ini adalah upaya pemerintah bersama seluruh masyarakat agar sektor perekonomian bangkit. Ia menyebut bahwa capaian ini memperlihatkan kondisi perekonomian berangsur pulih dari pandemi Covid-19.
Mulai 1 Januari 2026, Parkir di Indomaret–Alfamart di Pekanbaru Gratis
Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Drastis Tembus Rp37 Ribu per Kg
"Kondisi perekonomian Kota Pekanbaru saat ini cendrung mengalami peningkatan, sehingga bisa menekan angka kemiskinan," ujarnya.
Satu sektor yang jadi perhatian adalah sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ada program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis masjid paripurna.
Program ini mendorong masyarakat kurang mampu mendapat dukungan untuk membuka usaha kecil. Apalagi ada zakat produktif yang disalurkan secara rutin kepada para penerima zakat.
Usai Dilantik, Satgas Pramuka Peduli Kwarcab Pekanbaru Bergerak Galang Bantuan Bencana Sumatera
SLB Pembina Pekanbaru Meriahkan Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025
"Kita optimalkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, untuk mengentaskan kemiskinan," ujarnya.
Wali Kota menyebut sepuluh tahun mendatang Kota Pekanbaru juga mengalami perkembangan pendudukan. Prediksi jumlah penduduk dalam sepuluh tahun mendatang mencapai tiga juta jiwa. Sedangkan tahun 2045 mendatang jumlah penduduk Kota Pekanbaru bisa mencapai lima juta jiwa.
Peningkatan jumlah penduduk di Kota Pekanbaru juga seiring dengan peningkatan jumlah pendidikan di wilayah Metropolitan Pekansikawan. Total jumlah penduduk di kawasan itu bisa mencapai delapan juta jiwa.
Biaya Haji 2026, Embarkasi Batam Sebesar Rp54.125.422 Per Jemaah
Nusron Wahid: Pembabatan Hutan Tanpa Tata Ruang Jadi Pemicu Banjir Besar di Sumatra
Wali Kota mengaku optimis Kota Pekanbaru menjelma dari Kota Metropolitan menjadi Kota Megapolitan. Ia mengajak masyarakat Kota Pekanbaru agar lebih siap menghadapi tantangan ledakan penduduk di masa depan.
Apalagi arus urbanisasi yang tinggi juga membuat jumlah penduduk kota jadi meningkat.
"Adanya perkembangan penduduk yang begitu cepat mesti dipersiapkan, persiapkan kesmepatan kerja bagi anak-anak kita nanti," paparnya.
WhatsApp Hapus Akses Chatbot AI Pihak Ketiga Mulai 2026
Latihan Besar TNI di Bandara IMIP Sorot Pengawasan Negara dan Status Bandara Swasta
Wali Kota menyebut dengan semua kekuatan yang ada bisa memperkuat pembangunan Kota Pekanbaru di masa mendatang. Ia percaya semangat masyarakat bisa mendorong percepatan ekonomi di Kota Pekanbaru.
"Kita harapkan seluruh masyarakat menjadi pelopor membangun Pekanbaru menjadi Kota Metropolitan," jelasnya.