|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : red | Penulis : PE*
PEKANBARU -- Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan meskipun nilai indeks kerukunan beragama di Riau dinilai dibawah rata-rata nasional, namun ia meyakini bahwa nilai toleransi dan kerukunan beragama di Provinsi Riau ini sangat tinggi.
Ia menerangkan,indeks itu hanya soal angka. Jelasnya, angka itu kadang-kadang salah dalam mengalikan, salah dalam menjumlahkan atau salah dalam mengurangi. Namun Yaqut yakin masyarakat di Provinsi Riau ini tidak sebagaimana yang digambarkan dalam indeks itu.
"Salah satu buktinya, pada siang hari ini kita berkumpul. Kalau indeks itu benar, kita tidak mungkin bisa berkumpul dalam suasana hangat dengan suasana welcome," katanya saat temu ramah bersama tokoh agama di Riau, di Gedung Daerah Balai Serindit, Rabu (23/2/2022).
Bertemu Wakil Wali Kota Pekanbaru, Himanistik FISIP UNRI Keluhkan Macet dan PKL
KPK Geledah Kediaman Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Menag mengungkapkan, apalagi kalau melihat sejarah Riau, Kerajaan Siak menjadi salah satu kerajaan di Indonesia yang pertama kali mengakui Kemerdekaan Indonesia.
Bahkan terangnya, Sultan Syarif Kasim II menyumbangkan kekayaannya untuk Republik Indonesia yang dimanfaatkan untuk melakukan pembangunan Indonesia di awal kemerdekaan.
Selain itu sebutnya, di Kerajaan Siak waktu itu juga tercatat yang pertama kali daerah kerajaan yang mendirikan barisan tentara rakyat dan barisan pemuda Republik itu berasal dari Riau.
Akhirnya Mantan Menteri Era Jokowi, Gus Yaqut Diperiksa KPK
Dugaan Korupsi Haji Khusus Era Menag Yaqut Masuki Babak Baru
"Jadi menurut saya tidak ada alasan yang perlu dikhawatirkan atas nama indeks itu tadi. Ketika Sultan Syarif Kasim II menerima Indonesia, mengakui Riau bagian Indonesia, itu menunjukkan bagaimana Riau itu menerima keberagaman, karena Indonesia didirikan, dimerdekakan dan diperjuangkan itu karena persamaan, karena perbedaan di antara seluruh penghuni republik ini," ujarnya.
Yaqut mengungkapkan, jadi ketika Sultan Syarif Kasim II ini mengakui Riau bagian Indonesia, bahwa Riau dan seluruh masyarakatnya mengakui bahwa perbedaan adalah khasanah, kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia.
Jadi menurutnya, jika hari ini masih ada sedikit singgungan kecil-kecil antar umat beragama, di dalam umat beragama itu sendiri namanya adalah dinamika, maka bisa diselesaikan dan tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan, apalagi di tanah Melayu Riau ini.
Prabowo–Megawati Bertemu, Siapa Diuntungkan?
Kemenag Tetapkan 250 Titik Salat Idulfitri di Pekanbaru
Menurut Menag, Tanah Melayu itu memiliki adat musyawarah, kebiasaan di mana masyarakat Melayu adalah musyawarah ketika ada pertentangan perbedaan satu hal yang akan menyelesaikan adalah melalui musyawarah.
"Maka saya tidak pernah khawatir dengan kondisi Riau, ini hanya masalah waktu saja. Saya yakin masalah indeks itu gampanglah. Pada hakikatnya kita semua sadar bahwa dalam kehidupan kita ini ditakdirkan untuk berbeda. Kalau kita toleh kiri kanan kita tidak ada yang sama, kita semua berbeda," tambahnya.
Yaqut menambahkan, perbedaan itu adalah keniscayaan. Kalau tuhan menginginkan semua makhluknya sama, maka itu bukan hal mustahil bagi Allah. Akan tetapi sebutnya, tuhan memang menginginkan manusia dalam kondisi yang berbeda.
9.038 CPNS Ikuti SKD CPNS Kemenag Provinsi Riau
Kemenag Gelar Pemantauan Hilal Awal Syawal 1445 H di 120 Lokasi
Sehingga dalam perbedaan itu akan ada rasa saling mengisi, saling melengkapi mana yang kurang mana dan yang lebih, dan semua pihak bisa bekerja sama untuk membangun dan untuk memperjuangkan kebaikan.
"Ini sudah dicontohkan oleh para pendahulu kita, para raja di Riau dulu yang dalam perbedaannya sama-sama mengakui Indonesia sebagai sebuah negara dan menjadikan Riau bagian Indonesia," sebutnya.
"Saya kira pelajaran dari apa yang dilakukan oleh para pendahulu kita, kita tidak boleh tinggalkan. Sekali lagi tidak perlu khawatir dengan indeks itu, kita bisa meningkatkan indeks itu dalam waktu cepat. Dengan kekayaan dan khasanah yang saya sampaikan tadi, dan dengan peradaban yang dimiliki Riau soal indeks itu gampang," tutupnya.