|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya | Penulis : Antara
JAKARTA - Kepala Terminal Kampung Rambutan, Yulza Ramadhoni mengimbau kepada para pemudik Idul Fitri (Lebaran) untuk tidak menerima makanan maupun minuman dari orang tidak dikenal (OTK), guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Jangan menerima makan dan minuman dari orang yang tidak dikenal untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Senin (17/4) 2023.
Ia mengatakan berdasarkan tahun-tahun sebelumnya ada pemudik yang menjadi sasaran kriminal berupa hipnotis. Imbasnya, pemudik hilang kesadaran dan barang berharganya raib.
Tak Lewat Perantara, Menkeu Langsung Transfer Tunjangan Rp16,71 T ke Guru
Bupati Siak Afni Ingatkan, Jangan Memplintir Konflik Tumang-PT SSL, Bisa-bisa Jadi Fitnah
Selain jangan menerima makanan dan minuman dari orang tak dikenal, para penumpang juga diminta untuk menjaga barang bawaannya ketika menunggu bus.
"Kadang ada pemudik yang tertidur tiba-tiba barang bawaannya hilang. Atau beli makanan/minuman dan barangnya enggak dibawa, itu jadi sasaran," katanya seperti dikutip antara.
Meski demikian, ia menyebut bahwa pihaknya terus mempertebal keamanan dengan bersinergi bersama unsur Polri, TNI, hingga dinas perhubungan demi kelancaran dan keamanan arus mudik.
Ketum PWI Zulmansyah Sekedang Usul Percepat Kongres dan Edukasi Jangan Tersesat Informasi Keliru
PWI dan Pintu Damai yang Setengah Terbuka
Senada dengan Yulza Ramadhoni, Staf Penanggulangan Bencana PMI Jakarta Timur Asep Kusna Suhartono mengatakan pihaknya kerap menjumpai korban hipnotis.
Menurutnya, saat pemudik dibawa ke posko PMI, korban seolah kebingungan. Setelah mendapatkan penanganan, korban kemudian sadar bahwa dia adalah korban hipnotis.
Maka dari itu, ia meminta para pemudik untuk tidak memakai barang berharga secara berlebihan, apalagi memperlihatkannya. Asep khawatir hal tersebut menjadi sasaran para pelaku kejahatan.
Zulmansyah Sekedang: Pers Jangan Jadi Korban Regulasi Digital
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan: Polisi Jangan Jadi Benalu di Masyarakat
"Untuk tidak menggunakan perhiasan yang mencolok. Karena kejahatan itu muncul jika ada kesempatan," demkian Asep Kusna Suhartono. (*)