POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
HOME / Nusantara

SPI: Angka Kelaparan Indonesia Tertinggi di ASEAN

Minggu, 15 Oktober 2023 | 19:00:00 WIB
Editor : Adlis Pitrajaya | Penulis : Agung/Defara Dhanya Paramitha
SPI: Angka Kelaparan Indonesia Tertinggi di ASEAN
Ilistrasi: Potret masyarakat miskin di Indonesia.

JAKARTA - Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI), Henry Saragih, mengungkapkan bahwa angka kelaparan di Indonesia saat ini menduduki peringkat tertinggi di antara negara-negara ASEAN. Data yang dikeluarkan oleh Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) untuk tahun 2022 menunjukkan bahwa terdapat 16,2 juta orang di Indonesia yang mengalami kelaparan, disusul oleh Filipina dengan 5,9 juta orang, dan Vietnam dengan 4,9 juta orang.

Henry Saragih menyoroti masalah ini dalam sebuah konferensi pers pada hari Minggu, 15 Oktober 2023, sambil mengingatkan bahwa sejak tahun 2008 hingga saat ini, Indonesia belum mampu mengatasi permasalahan kelaparan ini.

Menurut Henry, krisis pangan pada tahun 2008 seharusnya telah menjadi pemicu bagi Indonesia untuk melakukan perubahan dalam sistem produksi pangan, sistem pertanian, dan sistem perdagangan pangan. "Pada saat itu, diberlakukan UU Pangan No. 18 Tahun 2012 dan UU No. 19 Tahun 2013 sebagai upaya untuk merespons krisis tersebut," ujarnya.

Baca :

Ketua SPI juga menjelaskan bahwa krisis pangan pada tahun 2008 tidak disebabkan oleh kurangnya ketersediaan makanan di dunia, termasuk di Indonesia. Sebaliknya, kelaparan terjadi karena sebagian masyarakat tidak mampu membeli bahan makanan, seperti minyak goreng, meskipun Indonesia adalah salah satu produsen minyak goreng terbesar. "Ini menjadi ironi ketika kita memiliki sumber daya melimpah, namun sebagian masyarakat masih kesulitan mengaksesnya," tambah Henry.

Lebih lanjut, krisis pangan pada tahun 2008 menggambarkan bahwa kendali atas pasokan pangan dipegang oleh perusahaan-perusahaan besar, baik di dalam negeri maupun internasional. "Perusahaan pertanian besar telah memperoleh keuntungan berlipat ganda, merampas kendali atas pangan," tegasnya.

Henry menyatakan bahwa pemerintah mulai menyadari masalah ini pada tahun 2012, dan mengeluarkan undang-undang terkait pangan dengan tujuan menjaga agar pangan tidak dianggap sebagai komoditas perdagangan internasional yang dikuasai oleh korporasi besar, melainkan untuk memastikan bahwa pangan kembali ke tangan petani dan lahan yang dimiliki oleh korporasi besar didistribusikan kembali kepada petani untuk memungkinkan produksi pangan yang berkelanjutan.

Baca :

Sebagai informasi tambahan, menurut data dari Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), persentase penduduk yang mengalami kelaparan di Indonesia masih cukup tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Pada tahun 2022, sekitar 5,9 persen dari total populasi Indonesia mengalami kelaparan. Persentase ini masih lebih tinggi daripada negara-negara seperti Malaysia (2,7 persen), Myanmar (3,8 persen), Laos (4,7 persen), Kamboja (4,8 persen), Vietnam (5 persen), Thailand (5,2 persen), dan Filipina (5,2 persen).

Sumber: Tempo


Pilihan Editor
Berita Lainnya
opini
Dewan Perdamaian dan Cara Trump Merangkul Lawan
Selasa, 20 Januari 2026 | 13:30:16 WIB
pekanbaru
Brigjen TNI Agustatius Sitepu Nahkodai Korem 031/Wira Bima
Selasa, 20 Januari 2026 | 11:59:54 WIB
mancanegara
Eropa Waspada, Pernyataan AS soal Greenland Picu Reaksi Sekutu
Selasa, 20 Januari 2026 | 11:49:34 WIB
WASHINGTON
Dewan Perdamaian Versi Trump Bikin Dunia Waswas, PBB Terancam Tergeser
Senin, 19 Januari 2026 | 22:41:33 WIB
Pasar
Wajah
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara...
Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:54:52 WIB
Artikel Popular
1
3
4
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB