|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
JAKARTA - Dalam era digitalisasi, internet menjadi elemen yang sangat penting. Terkait hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, mengungkapkan bahwa kecepatan internet masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia.
"Kecepatan internet kita masih menjadi permasalahan yang cukup serius karena kecepatan rata-rata kita hanya sekitar 22 Mbps. Di tingkat global, Indonesia menempati peringkat 98, dan di Asia kita berada di peringkat ke-9 dari 10 negara," ujar Budi pada saat peluncuran pencapaian kinerja tahun 2023, sebagaimana dilaporkan dari kanal YouTube Forum Merdeka Barat (FMB) pada Selasa, 24 Oktober 2023.
Budi menegaskan bahwa jika Indonesia ingin menjadi negara maju, maka kecepatan internet juga harus menjadi perhatian pemerintah. "Meskipun mungkin sudah memadai di kota-kota, namun masih perlu perbaikan di daerah seperti kabupaten," ungkapnya.
Rekam Jejak Hitam Kabinet Jokowi: Satu Per Satu Menteri Terjerat Perkara Korupsi
Wabup Siak Syamsurizal Optimis, Realisasi PAD Akan Dikejar di 2026
Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa transformasi digital mencakup berbagai aspek, termasuk infrastruktur digital, pemerintahan digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital. "Keempat pilar ini harus berkembang bersama-sama," tambah Budi.
Terkait konektivitas internet, Budi menjelaskan tiga isu konektivitas, yaitu kapasitas, cakupan, dan kualitas. "Sejujurnya, penetrasi internet di Indonesia baru mencapai 78 persen, yang berarti masih ada 22 persen penduduk Indonesia yang belum memiliki akses internet," ungkap Budi.
Berdasarkan data Indeks Global Speedtest untuk bulan September 2023, dari total 141 negara, Indonesia menempati peringkat 98 di dunia. Secara spesifik, Indonesia memiliki kecepatan unduh sebesar 23,98 Mbps, kecepatan unggah sebesar 13,33 Mbps, dan latency sebesar 26 ms.
Jejak Kontroversi Lingkungan dan Sejarah Kepemilikan Toba Pulp Lestari
Pemerintah Segel PT Toba Pulp Lestari dan Tiga Pihak Lain Terkait Banjir Sumatra
Sumber: Tempo