|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Deslina | Penulis : Dr Afni Z MSi
Enhanced NDC ini adalah transisi menuju Second NDC yang akan diselaraskan dengan Long Term Low Carbon and Climate Resilience Strategy (LST-LCCR) 2050 dengan visi untuk mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060 atau lebih cepat.
Adapun capaian penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK), dalam tiga tahun terakhir telah melampaui target penurunan emisi GRK dalam NDC Indonesia yaitu 31,89 % CM1 (penurunan emisi GRK dengan kapasitas pendanaan secara nasional).
Indonesia lantas memantapkan diri menjadi satu-satunya negara penerima Result Based Payment/RBP REDD+ dari GCF, Norwegia, dan FCPF. Komitmen total CioCF (USD 70 juta) dan FCPF (USD 120 juta).
Khusus kerjasama dengan Norwegia, pada 13 Desember 2023 telah dilakukan penandatanganan komitmen kontribusi kinerja penurunan deforestasi/RBP, yang dibayarkan untuk kinerja penurunan deforestasi tahun 2017/18 dan tahun 2018/2019. Nilainya mencapai 100 juta USD. Sebelumnya pada Oktober 2022, Norwegia telah menyalurkan kontribusi kinerja RBP kepada Indonesia sebesar 56 juta untuk kinerja penurunan deforestasi tahun 2016/2017.
Pemko Pekanbaru Pasang 35 CCTV Baru Dititik Strategis Ruang Publik
Bukan Tandingan! Istana Tegaskan Komite Reformasi Polri Bentukan Prabowo Jadi yang Utama
Berbagai pencapaian ini menandakan bahwa Indonesia on the track menuju target iklim FOLU Net Sink 2030, sebagai satu rencana operasional yang sangat ambisius dengan mencakup seluruh aspek kebijakan yang diambil pemerintah untuk menjaga titik keseimbangan antara lingkungan dan ekonomi.
Inilah yang kemudian dinyatakan oleh Menteri Siti Nurbaya sebagai refleksi bahwa hal-hal yang deliverable, tangible, dan bermanfaat langsung untuk masyarakat dapat menjadi kenyataan dan menjadi catatan progres kebijakan lingkungan hidup dan kehutanan. Dimana Indonesia telah menekankan aksi-aksi iklim yang konkrit, dengan contoh-contoh yang nyata, bukan sekedar pledge atau janji.