|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya
Roy menjelaskan bahwa Alibaba hosting umumnya digunakan oleh perusahaan swasta untuk e-commerce.
“Jadi data-data penting pemilu kita akan tercampur dengan jutaan data lainnya dan ini berisiko bocor. Atau jika terjadi gangguan server, data pemilu akan terganggu," kata Roy dalam keterangan tertulis bebera waktu lalu, dikutip Senin (19/2/2024).
Ia juga menyebutkan bahwa banyak data e-commerce di Asia Tenggara disimpan di Alibaba. Jika data dalam server tersebut tercampur dengan data dari luar negeri, maka data pemilih tidak dapat dikendalikan. Selain itu, data tersebut berpotensi disalahgunakan.
Kontroversi KPU dan Dugaan Perlindungan Politik
Kontroversi Kasus Pilkada Siak,Dikaji dalam Forum Nasional Evaluasi PSU 2025
"Secara logika, kita memiliki data penting, tetapi kita tidak menyimpannya sendiri. Kita menyimpannya pada orang lain. Ini berarti kita tidak akan tahu siapa saja yang bisa mengaksesnya," katanya.
Roy mengaku terkejut ketika mengetahui bahwa server yang menyimpan data ratusan juta warga Indonesia terhubung langsung dengan perusahaan di Singapura. "Waduh! Kok berani-beraninya KPU mempertaruhkan data yang sangat penting untuk pemilu ini di luar negeri," ungkapnya.