HOME / Nusantara

Kontroversi Sirekap dan Bahaya Data Pemilu 2024 di Luar Negeri

Senin, 19 Februari 2024 | 17:37:00 WIB
Editor : Putrajaya
Kontroversi Sirekap dan Bahaya Data Pemilu 2024 di Luar Negeri - Pekanbaruexpress
Ilustrasi

Hal ini berdampak pada penghitungan suara sementara yang dipublikasikan melalui situs web KPU. "Seperti yang terjadi sekarang, angka 1 berubah menjadi 4, 78 berubah menjadi 780. Ini terjadi karena sistem dan orang (pengelola) tidak tersertifikasi," ungkap Roy.

Roy menyebut sistem yang digunakan oleh Sirekap untuk mengunggah C1 plano, yaitu penghitungan suara pemilih, sudah kuno. Meskipun berbasis optical character recognizer (OCR) dan optical mark reader (OMR), hal ini bukan hal baru. Konsep perangkat tersebut sudah ada sejak tahun 1914.

"Ironisnya, KPU tidak dapat memanfaatkannya secara maksimal, bahkan bisa dikatakan kurang serius dan menyebabkan banyak kesalahan teknis," ujarnya.

Baca :

Kesalahan teknis ini terbukti dengan adanya perbedaan jumlah suara C1 dengan hasil konversi melalui pemilu2024.kpu.go.id.

Roy menyatakan dari kasus konversi penghitungan suara yang banyak dikritik, diduga terdapat unsur pelanggaran yang terstruktur, sistematis, dan masif. Hal ini menyebabkan penambahan suara pada pasangan calon tertentu.


Pilihan Editor
Berita Lainnya
Pasar
Wajah

Artikel Popular
3
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB