|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : PE/RIN
“Tim medis RS Bhayangkara menduga kematian korban akibat kekerasan benda tumpul,” jelas Asep.
Namun, saat pihak keluarga memakamkan korban. Mereka curiga melihat sejumlah luka memar pada korban dan bagian kepala belakangnya terdapat luka berlubang.
Tidak terima, lalu pihak keluarga memutuskan membuat laporan ke Polda Riau agar penyebab kematian Dimas dapat diusut.
Satu Unit Bangunan Rumah Ludes Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Rp400 Juta
"Satu Dolar" untuk Riau: PHR Didesak Buka Kartu
“Empat bulan berselang setelah kematian Dimas, tim forensik RS Bhayangkara bersama Ditreskrimum Polda Riau telah melaksanakan pembongkaran makam (ekshumasi) Dimas di TPU Muslim Medan Polonia pada Minggu, 3 Maret 2024 lalu,” jelas Asep.
Asep melanjutkan, dari hasil ekhumasi ditemukan ada resapan darah pada tulang pelipis kiri, kemudian tulang rahang atas sebelah kanan dan tulang belakang segmen dada kesatu dan kedua patah. Kemudian patah tulang tidak sempurna pada tulang pelipis.