POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Home Wajah

Dr. Zainul Maarif: Sosok Intelektual NU dalam Kontroversi Kunjungan ke Israel

Kamis, 18 Juli 2024 | 08:53:32 WIB

Editor : Putrajaya | Penulis : Red

Dr. Zainul Maarif: Sosok Intelektual NU dalam Kontroversi Kunjungan ke Israel
Dr. Zainul Maarif, seorang intelektual dan anggota Nahdlatul Ulama (NU)

Jakarta - Dr. Zainul Maarif, seorang intelektual dan anggota Nahdlatul Ulama (NU), menjadi pusat perhatian setelah kunjungannya ke Israel bersama empat aktivis Nahdliyin lainnya. Pertemuan dengan Presiden Israel, Isaac Herzog, di tengah ketegangan yang sedang berlangsung di Gaza menimbulkan berbagai reaksi dan kontroversi.

Dr. Zainul Maarif merupakan sosok yang aktif dalam berbagai kegiatan lintas agama dan dialog antarumat beragama. Sebagai bagian dari PBNU, dia sering terlibat dalam upaya membangun jembatan pemahaman antara berbagai komunitas agama. Kariernya di dunia intelektual dan keagamaan membawanya ke berbagai forum nasional dan internasional, di mana ia dikenal sebagai pendukung dialog dan kerjasama lintas agama.

Dr. Zainul Maarif juga terlibat dalam berbagai proyek dan inisiatif yang bertujuan meredam kesalahpahaman dan konflik antaragama. Dengan latar belakang pendidikan yang kuat dan pemahaman mendalam tentang teologi dan sosial keagamaan, ia sering menjadi pembicara dalam seminar dan diskusi yang berfokus pada toleransi dan perdamaian.

Baca :

Kunjungan ke Israel
Pada Juli 2024, Dr. Zainul Maarif bersama empat intelektual Nahdliyin lainnya melakukan kunjungan ke Israel dan bertemu dengan Presiden Isaac Herzog. Foto-foto pertemuan tersebut diunggah oleh Zainul Maarif di akun Facebook-nya, meskipun kemudian dihapus, foto-foto tersebut sempat viral di media sosial dan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat dan tokoh-tokoh Islam.

Kunjungan ini dianggap kontroversial mengingat situasi konflik antara Israel dan Palestina, terutama terkait serangan Israel di Gaza. Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak mewakili PBNU sebagai organisasi dan dilakukan tanpa mandat dari PBNU. KH Yahya menekankan bahwa kebijakan hubungan kerja sama dengan pihak luar harus melalui persetujuan PBNU pusat.


Pilihan Editor
Berita Lainnya
riau
821 Guru Incar Jabatan Kepala Sekolah Tingkat SLTA
Rabu, 14 Januari 2026 | 14:33:54 WIB
nusantara
Prabowo Targetkan Sekolah Unggulan di Seluruh Provinsi 
Rabu, 14 Januari 2026 | 13:11:00 WIB
mancangenara
Iran Siap Menghancurkan! AS Diperingatkan: Serang, Kami Balas Tanpa Ampun
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:50:00 WIB
mancangenara
Trump Siap Perang, Serukan Evakuasi Warga Amerika dari Iran
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:29:36 WIB
hukum
Terbongkar! 9 Data di Ijazah Jokowi Diminta Dibuka ke Publik
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:18:32 WIB
Pasar
Wajah
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara...
Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:54:52 WIB
Artikel Popular
1
3
4
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua Pihak
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua...
Rabu, 15 Oktober 2025 | 23:50:18 WIB
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB