JAKARTA - Direktur Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti, mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengambil alih penanganan kasus pagar laut, khususnya dari sisi dugaan tindak pidana korupsi. Menurutnya, hingga kini penindakan kasus tersebut masih terbatas pada aspek pemalsuan dokumen oleh kepolisian, tanpa menyentuh dugaan suap atau gratifikasi yang juga kuat mengemuka.
“Itu langkah yang sangat tepat jika Kejagung turun tangan dari aspek korupsinya. Saat ini polisi hanya berkutat pada soal pemalsuan data, dan itu pun prosesnya lamban,” ujar Ray saat diwawancarai, Senin (12/5/2025).
Ray menjelaskan, sejak awal pihak Kejagung telah memberi sinyal bahwa perkara pagar laut semestinya juga diselidiki dari sisi dugaan suap. Namun sayangnya, kata dia, kepolisian tampak belum menunjukkan niat ke arah tersebut.
DPRD Kampar Desak Pemerintah Pusat Beri Kepastian Hukum Guru Non-ASN
Kedaulatan Digital di Ujung Tanduk, SMSI Desak Pemerintah Bertindak Atas Kesepakatan ART Prabowo–Trump
“Kalau polisi tetap ingin fokus di pemalsuan dokumen, biarkan saja. Tapi aspek suapnya harus dikejar oleh kejaksaan,” tegasnya.
Ia menambahkan, hal itu memungkinkan secara hukum. Meskipun nantinya tetap kejaksaan yang akan menjadi penuntut di pengadilan, antara pemalsuan dan suap adalah dua delik yang berbeda dan bisa ditangani secara paralel.
“Kalau aspek korupsinya tidak disentuh, kasus ini terasa sangat janggal,” kata Ray. Ia menyarankan agar Kejagung mulai dengan menelisik kembali pihak-pihak yang telah diperiksa oleh kepolisian sebelumnya.
Di desak Mundur, Raja Juli Dinilai Tak Punya Kompetensi Kehutanan
"Satu Dolar" untuk Riau: PHR Didesak Buka Kartu
Lebih lanjut, Ray mengingatkan bahwa publik belum puas dengan penanganan kasus ini. Fokus aparat yang hanya menyentuh pemalsuan dokumen dinilai tidak cukup, sebab dugaan gratifikasi dalam proyek pagar laut dinilai sangat mungkin terjadi.
“Masyarakat terlihat diam bukan karena puas, tapi karena lelah. Mereka lelah melihat cara penanganan kasus ini yang tidak menyentuh akar masalah,” ujarnya.
Ia pun mewanti-wanti, jika ketidakpuasan ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan berujung pada ledakan kekecewaan.
Rupiah Terdesak, Uang Orang Kaya Kini Mengalir ke Dolar
PBB Desak Investigasi Dugaan Kekerasan Aparat dalam Aksi Protes di Indonesia
“Lambat laun bisa muncul gejolak. Masyarakat tak akan lupa, dan pada akhirnya ini akan memperbesar rasa tidak percaya terhadap aparat penegak hukum. Kalau polisi enggan mengusut suapnya, biar kejaksaan yang turun tangan,” tandas Ray. *
Sumber: Republika