PEKANBARU - Dilaksanakannya Waisak Nasional Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) 2563 BE/2019 di cagar budaya Candi Muara Takus, Sabtu (25/5) diharapkan mempercepat mengangkat candi tua itu masuk dalam daftar situs warisan dunia (Unesco).
Menteri Agama yang diwakili Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI, Caliadi mengatakan, Candi Muara Takus yang dibangun pada zaman Kerajaan Sriwiya mengambarkan bersatunya masyarakat dan pemerintah pada zaman tersebut untuk membuat tempat pemujaan.
"Waisak nasional merupakan salah satu upaya dalam melestarikan dan memperkenalkan kepada dunia di Riau terdapat Candi Muara Takus. Peninggalan kerajaan yang pernah berjaya di bumi nusantara," terangnya.
Kabar duka menyelimuti Dunia Pers Nasional, Sekjend PWI Pusat H Zulmansyah Sekedang Wafat Dini Hari Tadi
Plt Gubri Puji Upaya Bupati Afni Perjuangkan Hak Fiskal Kabupaten Siak
Sementara itu, Ketua DPP Sagin, YM Khemacaro Mahathera menjelaskan, Waisak nasional mencoba menggenalkan situs dan nilai-nilai spiritual kejayaan pada masa lalu.
"Ini menjadi upaya agar Candi Muara Takus menjadi situs warisan dunia. Tahun ini mengambil tema Cinta Tanah Air Indonesia," terangnya.