|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
GAZA – Meski gencatan senjata telah diumumkan, serangan militer Israel di Jalur Gaza terus berlangsung. Serangan udara, tembakan artileri, hingga penghancuran bangunan kembali terjadi di sejumlah wilayah, menyebabkan sedikitnya 11 warga Palestina tewas, termasuk jurnalis dan anak-anak.
Kantor Berita Palestina, WAFA, melaporkan tujuh korban tewas berada di wilayah Gaza tengah, dua di Gaza selatan, dan dua lainnya di Gaza utara. Di antara korban terdapat tiga jurnalis yang tewas setelah kendaraan yang mereka gunakan menjadi sasaran serangan Israel di Gaza tengah.
Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza menyatakan ketiga jurnalis tersebut diketahui bekerja untuk Komite Bantuan Gaza Mesir. Insiden ini kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi pekerja media di wilayah konflik.
Di Tengah Seruan Gencatan Senjata di PBB, AS Justru Siapkan Penjualan Senjata Raksasa ke Israel
PM Inggris Serukan Gencatan Senjata, Tapi Kirim Senjata ke Israel
Serangan dilaporkan terjadi sejak fajar, bersamaan dengan operasi pembongkaran bangunan yang dilakukan pasukan Israel di sejumlah area yang masih mereka kuasai. Tindakan ini dinilai sebagai pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.
Di Gaza tengah, seorang anak Palestina berusia 10 tahun, Sarhan al-Rajoudi, dilaporkan tewas akibat tembakan tentara Israel di luar zona penempatan militer, di wilayah timur Deir al-Balah. Sementara itu, artileri Israel juga menggempur kawasan timur kamp pengungsi Jabalia di Jalur Gaza utara.