HOME / Nusantara

Utang RI Nyaris Rp10.000 Triliun, Kemenkeu: Indonesia Masih Jauh dari Lampu Merah

Senin, 11 Mei 2026 | 17:00:00 WIB
Editor : Putrajaya | Penulis : Rea
Utang RI Nyaris Rp10.000 Triliun, Kemenkeu: Indonesia Masih Jauh dari Lampu Merah - Pekanbaruexpress
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

PEKANBARU – Nilai utang pemerintah Indonesia terus membengkak dan kini mendekati Rp10.000 triliun. Meski begitu, Kementerian Keuangan memastikan kondisi fiskal Indonesia masih terkendali dan belum masuk kategori mengkhawatirkan.

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam Media Briefing di Jakarta, Senin (11/5/2026). Menurutnya, ukuran yang paling penting dalam menilai kesehatan utang sebuah negara bukan sekadar nominal, melainkan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Kalau mengacu Maastricht Treaty di Eropa, batas rasio utang terhadap PDB itu 60 persen. Indonesia masih jauh di bawah angka tersebut,” kata Purbaya.

Baca :

Ia menjelaskan, rasio utang Indonesia saat ini berada di kisaran 40 persen terhadap PDB. Angka itu dinilai masih relatif aman jika dibandingkan dengan sejumlah negara lain, termasuk di kawasan Asia Tenggara.

Purbaya mencontohkan Singapura yang rasio utangnya mencapai sekitar 180 persen terhadap PDB. Sementara Malaysia dan Thailand juga memiliki rasio utang yang lebih tinggi dibanding Indonesia.

“Indonesia justru termasuk negara yang cukup konservatif dalam mengelola utang,” ujarnya.

Baca :

Selain negara tetangga, ia juga menyinggung kondisi negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang yang memiliki rasio utang jauh lebih besar. Karena itu, pemerintah menilai kenaikan nominal utang tidak bisa dilihat secara terpisah tanpa mempertimbangkan kapasitas ekonomi nasional.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mencatat total utang pemerintah per 31 Maret 2026 mencapai Rp9.920,42 triliun.

Dari jumlah tersebut, mayoritas berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp8.652,89 triliun atau sekitar 87,22 persen dari total utang pemerintah. Sedangkan pinjaman pemerintah tercatat sebesar Rp1.267,52 triliun.

Baca :

Besarnya dominasi SBN menunjukkan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih sangat bergantung pada pasar keuangan, terutama melalui penerbitan obligasi negara.

Di sisi lain, kenaikan utang pemerintah juga memunculkan kekhawatiran terkait tekanan fiskal dan beban bunga utang di tengah kondisi suku bunga global yang masih tinggi.

Meski demikian, pemerintah memastikan rasio utang Indonesia masih berada di level aman, yakni 40,75 persen terhadap PDB. Angka itu masih berada di bawah batas maksimal 60 persen sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Keuangan Negara. *

Baca :


Pilihan Editor
Berita Lainnya
Pasar
Wajah
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara...
Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:54:52 WIB

Artikel Popular
1
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB