|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Penulis : Linda
PEKANBARU - Tjoa Tjin Wie harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Santa Maria, Pekanbaru. Tjoa mengalami luka cukup serius setelah mendapat kekerasan dari oknum keamanan Riau Foodcourd pada Minggu (16/6) dini hari.
Tjoa menderita luka sabetan akibat benda tajam di wajah. Tangannya juga nyaris putus kena tebasan parang. Selama ini, dia mengaku tidak punya musuh dan permasalahan dengan siapa pun.
“Ini, Bang kena sabet pisau. Koyak (dari mulut) sampai ke hidung,” ujarnya kepada wartawan.
Di sebelannya terbaring rekannya, Awi, yang juga menderita luka seriusnya. “Ini kepala kena tusuk. Dada juga,” kata Awi lemah.
Operasi Senyap KPK di Banten, Oknum Jaksa Diamankan dan Rp 900 Juta Disita
Operasional Bandara Khusus Dipertanyakan, DPR Minta Dugaan Peran Oknum Pejabat Diusut
Tjoa menyebutkan, kedatangannya bersama rekan-rekan ke Riau Foodcourd hanya untuk makan malam. Saat itu ada kelompok lain yang melakukan keributan di meja sebelahnya.
"Kawan saya minta pihak keamanan menghentikan keributan itu. Ya biasalah namanya juga kita tamu lagi makan minta pihak keamanan mengamankan kalau ada keributan," kata Tjoa.
Saat keributan itu, datang seorang pihak keamanan di lokasi tersebut dan menyerang rekan Tjoa. Awalnya penyerangan menggunakan kursi, dan datang lain orang lainnya membawa parang sambil membabi buta menyerang Tjoa dan rekan-rekannya.
Indosat Memperkuat Kialitas dan Keamanan Jaringan du Kepulauan Riau
Polisi Bingung Siapa Bjorka yang Asli
Menurut Tjoa, dirinya tidak tahu mengapa diserang. "Apa mereka kira kami ini teman dari si Guan Ho yang ribut itu kami tidak tahu yang jelas seharusnya pihak keamanan di situ (Riau Foodcourd) mengamankan kami bukan malah menyerang kami," tutur Tjoa.
Karena terluka, Tjoa mencoba melarikan diri tapi dikejar oleh oknum keamananan Pokemon Game itu sampai ke Jalan Mutiara. Beruntung ada anggota TNI yang saat itu membantu dan membawa Tjoa ke rumah sakit.
"Kalau saya liat mereka itu mau menghabisi saya, darimana dapat benda-benda tajam itu kalau di tempat seperti itu biasanya ya botol atau kursi-kursi. Memasak emangnya pakai samurai begitu. Ini sepertinya sudah direncanakan," ungkap Tjoa.
Susno Duadji: Reformasi Polri Percuma Jika Pucuk Pimpinan Tak Diganti Total
Oknum Polisi Riau Jadi Bandar Sabu, Terancam Dipecat Tidak Hormat
Tjoa meminta pihak kepolisian mengungkapkan kasus ini dengan terang jangan ada yang disembunyikan. Ia merasa sedih kenapa pihak kepolisian memberikan keterangan yang berbeda dari fakta yang sebenarnya.
"Saya lihat diberita, polisi bilang yang ribut terjadi perkelahian artinya saling serang. Nyatanya kami ini diserang petugas keamanan disana yang kami sendiri juga tidak tau apa masalahnya mereka dengan kami, saya berharap hukum dapat ditegakkan dengan sebenar-benarnya. Untuk tempat seperti itu harap diperhatikan lagi apakah layak beroperasi seperti itu. Yang saya takutkan ada korban lain selain kami," tutupnya.
Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Awaludin, membenarkan bahwa yang melakukan penyerangan merupakan pihak keamanan yang berada di lokasi. Empat orang sudah diamankan di Polsek Senapelan. "Ya benar yang melakukan penyerangan pihak keamanan di wilayah Riau Foodcourt itu," ungkapnya, Rabu (19/6).*