POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Home Siak

Perusahaan di Siak Diminta Ikut Membangun Daerah

Senin, 30 November -0001 | 00:00:00 WIB

Penulis : Diana

 Perusahaan di Siak Diminta Ikut Membangun Daerah
ilustrasi Jembatan Siak

KOTO GASIB - Sekdakab Siak, Tengku Said Hamzah meminta perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Koto Gasib agar bisa memberikan kontribusi lebih terhadap pembangunan daerah, terutama di wilayah operasional perusahaannya.

Sekdakab menyebut masih banyak pembangunan infrastruktur yang belum dibangun di Koto Gasib. Hal ini dimaklumi karena keterbatasan APBD yang dimiliki Kabupaten Siak.
Karena itu, Sekdakab mengucapkan terima kasih kepada perusahaan yang ada di Kecamatan Koto Gasib yang cepat tanggap terhadap persoalan baik itu pembangunan sarana umum seperti jalan dan juga masalah sosial di Kecamatan Koto Gasib.

"Kami mengucapkan terima kasih kepala pimpinan perusahaan yang ada di Kota Gasib. Salah satunya pimpinan PT Kimia Tirta Utama (KTU) melalui CSR-nya yang sudah membantu pembangunan jalan di Gasib sepanjang 1,4 kilometer," kata Sekdakab dalam kunjungan kerjanya di Kecamatan Koto Gasib, beberapa waktu lalu.

Baca :

Sekdakab berharap, kepada pimpinan perusahaan lainnya yang beroperasi baik di Kabupaten Siak maupun di Koto Gasib agar dapat berkontribusi terhadap pembangunan di wilayah operasionalnya. Bisa saja itu dilakukan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki untuk kesejahteraan masyarakat.

"Saya berharap pimpinan perusahaan di Kabupaten Siak terutama perusahaan di Gasib dapat membantu masyarakat melalui dana CSR. Ini merupakan bentu dukungan terhadap masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan," kata Sekdakab.

Menurut Sekdakab, pelaksanaan pembangunan tergantung besarnya APBD. Dan kita ketahui APBD Kabupaten Siak tergantung bagi hasil minyak. Kalau minyaknya turun maka turunlah penerimaan APBD kita. Mantan Kepala BKD itu juga mengatakan, ada cara untuk meningkatkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satunya dengan cara menyesuaikan pajak dan distribusi. Dan juga dengan menyesuaikan tarif masuk destinasi wisata seperti istana yang saat ini kontribusinya per tahun mencapai Rp1,4 miliar.*

Baca :


Pilihan Editor
Berita Lainnya
hukum
Kasus SPPD Diduga Fiktif DPRD Riau Akan Digelar di Mabes Polri
Senin, 5 Januari 2026 | 22:42:10 WIB
nusantara
Sumur Rp150 Juta dan Cara Kita Membaca Angka
Minggu, 4 Januari 2026 | 17:25:46 WIB
wajah
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara
Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:54:52 WIB
mancanegara
Trump Ancam Iran, AS Siap Bertindak Jika Demonstran Dibunuh
Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:48:00 WIB
pasar
Harga Emas Antam Longsor di Akhir Pekan, Cek Daftar Lengkapnya
Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:36:49 WIB
Pasar
Wajah
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara...
Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:54:52 WIB
Artikel Popular
1
3
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua Pihak
Bawaslu Kampar Berharap Lahir Kerjasama Kedua...
Rabu, 15 Oktober 2025 | 23:50:18 WIB
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB