|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
PEKANBARU - Kondisi kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan, tidak menyurutkan langkah Walikota Pekanbaru, Firdaus MT, bertolak ke Kanada. Ia berangkat bersama rombongan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI.
Kepala Bagian Humas Setdako Pekanbaru, Mas Irba H Sulaiman, mengatakan, Firdaus menjadi delegasi dalam Asean Waste Mission to Canada. "Sudah (berangkat ke Kanada)," kata Irba, Minggu (15/9).
Kegiatan itu akan berlangsung selama lima hari, mulai Senin (16/9) sampai Jumat (20/9) mendatang. Event ini bertujuan menjalin hubungan bisnis dengan penyedia teknologi, pengembang dan kontraktor pengolahan sampah di Kanada.
Kapolda Riau Sebut Bupati Siak sebagai Mentor dalam Isu Lingkungan
Pemko Pekanbaru Dukung Koperasi Merah Putih, 71 Lokasi Terkendala Kesiapan Lahan
Irba menjelaskan, dalam surat yang diterima Pemko Pekanbaru, ajang ini adalah hasil kolaborasi antara Kedutaan Besar Kanada dengan beberapa negara ASEAN yakni Malaysia, Filipina, Singapura, Vietnam dan Indonesia. Ada rangkaian kegiatan dalam kunjungan lapangan, seminar hingga pertemuan business to business.
Agenda berlangsung di sejumlah kota yakni Toronto, Montreal dan Vancouver. Ada 29 perusahaan di Kanada yang berpartisipasi dalam ajang ini. Selain itu, agenda inovasi teknologi di bidang waste to energy juga akan berlangsung.
Irba menjelaskan, delegasi akan melihat langsung proses pengolahan sampah menjadi energi. Menurutnya, keberangkatan Firdaus sudah mendapat persetujuan dari Kementerian Sekretariat Negara RI.
Kebakaran Bangunan di Pekanbaru Capai Ratusan Kasus
Pemko Pekanbaru Siapkan Puluhan Lokasi untuk Koperasi Merah Putih
Dalam Surat Kementerian Sekretariat Negara RI tertanggal 12 September 2019 lalu, disebtukan bahwa pemerintah menyetujui perjalanan dinas luar negeri walikota dua periode itu. Walikota Pekanbaru juga sudah menghubungi kedubes atau perwakilan RI di Kanada untuk menyamapaikan agenda ini.
"Jadi kunjungan ini menindaklanjuti hasil rapat kordinasi terkait perkembangan pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik," tutur Irba.
Tidak Hadir Rapat Karhutla
Keberangkatan Firdaus ke Kanada membuatnya tidak menghadiri rapat Koordinasi Penanggulangan dan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Gedung Daerah Riau, Sabtu (14/9). Padahal rapat itu dihadiri oleh Walikota dan Bupati se-Riau.
Cakupan JKN-KIS Tembus 100 Persen, Pekanbaru Sabet UHC Awards 2026
Bupati Siak Datangi PLN Demi Tuntaskan Ketersediaan Listrik di Pelosok Desa
Ketidakhadiran Firdaus disayangkan oleh Ketua DPRD Pekanbaru, Hamdani. Sebagai orang nomor satu di Pekanbaru harusnya Firdaus tidak meninggalkan rapat penting itu. "Dalam situasi seperti ini (kabut asap), Pak Wali tidak hadir," kata Hamdani.
Pekanbaru salah satu wilayah yang terdampak asap yang cukup parah. Sudah beberapa hari, kondisi udara ibukota Provinsi Riau ini berada di level tidak sehat.
"Asap di Pekanbaru ini darurat, tidak sehat. Hari ini (Minggu) mungkin sudah di atas tidak sehat. Harusnya pak wali selaku kepala daerah hadir di situ. Karena kan langsung dihadiri Kepala BNPB," kata dia.
Pemko Pekanbaru Jadi Daerah Pertama di Riau Terapkan Manajemen Talenta ASN
Perkuat Kolaborasi Polri dan Media, Kabid Humas Polda Riau Kunjungi PWI Riau
Kehadiran Firdaus di rapat itu, kata Hamdani, setidaknya bisa mengambil kebijakan apa yang harus dilakukan menyikapi masalah asap. "Setidaknya ada langkah nyata kepala daerah untuk menyikapi ini. Setidaknya hadir, jadi tahu apa yang harus dilakukan kepala daerah," jelasnya.*