|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Red | Penulis : Putra
Perceraian kedua orang tuanya merupakan sebuah hikmah baginya. Ibunya pun jauh lebih bahagia saat ini. Setelah kedua orang tuanya bercerai, Felixia terpaksa bekerja untuk bisa hidup mandiri dan menjaga adiknya. Setelah lulus SMP, dia mengadu nasib meninggalkan Ipoh dan pergi ke Kuala Lumpur.
Berbekal dengan uang 300 ringgit sebulan dia melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Jika uang bulanannya habis, dia mencari pekerjaan sambilan.
Karena, tidak ingin membebankan ibu nya. Saat itu ibu Felixia hanya memiliki uang simpanan untuk adik-adiknya. Selain itu, dia juga harus mencari uang tambahan untuk uang sekolah adiknya. Dia mulai memikul tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Saat itu, dia tidak memiliki agama. "Saya dibesarkan di keluarga yang tidak percaya kepada tuhan dan agama apa pun," kata dia.
UIR Raih Penghargaan Media Perguruan Tinggi Pilihan di Anugerah Media Siber 2025 SMSI Riau
Kadis PUPR Pilihan Bobby Nasution Tersandung Korupsi Jalan Rp231 Miliar di Sumut
Hingga, dia mengenal dunia modeling dan mulai mencari keberadaan Tuhan. Tapi, saat itu dia belum mengenal, apa itu Islam, seperti apa ajarannya, siapa yang membawanya, dan apa yang membedakannya dengan agama lain.
Mencari Jati Diri Sejak kecil Felixia tidak pernah mengenal agama. Hanya nasihat sang ibu ketika dia belum menjadi mualaf sebagai pedoman hidupnya. Dia selalu mengingat agar tidak menyusahkan orang lain, membiarkan laki-laki memanfaatkannya, tidak berbuat jahat dan tertipu oleh bandar narkoba serta menjaga diri sebaik mungkin.