|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : red | Penulis : PE*
JAKARTA -- Polri tengah menyelidiki kasus kebocoran data 279 juta penduduk Indonesia pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Polri pun melakukan penggeledahan.
Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan tim penyidik Bareskrim Polri telah melakukan penggeledahan Kantor BPJS Kesehatan. Penggeledahan terkait dugaan kebocoran data 279 juta penduduk Indonesia. Penggeledahan dilakukan selama tiga hari berturut-turut.
“Telah dilakukan penggeledahan pada tanggal 8,9 dan 10 Juni 2021 di kantor BPJS Kesehatan terhadap server BPJS Kesehatan di Jakarta Pusat,” katanya kepada wartawan, Jumat (25/6).
Operasional Bandara Khusus Dipertanyakan, DPR Minta Dugaan Peran Oknum Pejabat Diusut
Bjorka Balas Dendam: 341 Ribu Data Polisi Tersebar Setelah Penangkapan ‘Bjorka Palsu
Diungkapkannya, pihaknya melihat langsung database yang ada di server BPJS Kesehatan.
“Pada tanggal 10 Juni 2021, tim Forensik Siber Bareskrim telah melihat secara langsung database BPJS Kesehatan,” katanya.
Dikatakan, usai pengggeledahan pihaknya menyita sejumlah barang bukti terkait kasus tersebut.
Polisi Bingung Siapa Bjorka yang Asli
Kejati Kepri Geledah Kantor Jasa Kapal Batam, Ungkap Dugaan Korupsi Rp4,4 Miliar
“Telah dilakukan penyitaan dan saat ini masih dilakukan analisa dan pemeriksaan forensik terhadap 2 laptop yang digunakan,” ujarnya.
Ditegaskannya, Bareskrim Polri tak hanya menggeledah Kantor BPJS Kesehatan di Jakarta Pusat. Pihaknya juga telah mengirimkan surat permohonan penerbitan izin khusus sita geledah ke PN Surabaya.
“Telah dikirimkan via pos Permohonan Penerbitan Izin Khusus Sita Geledah ke PN Surabaya terkait dengan lokasi server DRC BPJS Kesehatan di Kantor PT SIGMA di Surabaya,” jelasnya.
Kontroversi KPU dan Dugaan Perlindungan Politik
PBB Desak Investigasi Dugaan Kekerasan Aparat dalam Aksi Protes di Indonesia
Selain itu, pihaknya juga melakukan penyidikan online terhadap hal-hal terkait wallet address koin digital/crypto currency.
“Telah dilakukan penyidikan online terhadap hal-hal terkait wallet address koin digital/crypto currency yang diduga milik pelaku (telah ditemukan profile yang diduga sebagai pelaku dari Raid Forum),” ucapnya.
Dalam kasus ini, Bareskrim Polri telah memeriksa 14 orang saksi.
KPK Geledah Kediaman Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Hacker DigitalGhostt Diduga Retas Data 4,6 Juta Warga Jawa Barat
“Telah dilakukan pemeriksaan terhadap 14 (empat belas) orang saksi (1 saksi pelapor Polri, 5 BPJS: 3 BSSN: 5 Vendor),” tutupnya.
Diketahui, sebanyak 279 juta data penduduk Indonesia diduga bocor dan dijual di forum online, termasuk data orang yang telah meninggal dunia.
Adapun informasi pribadi yang bocor meliputi NIK (Nomor Induk Kependudukan), nama, alamat, nomor telepon, dan bahkan jumlah gaji juga termasuk di dalamnya.
Mantan Bupati Rohil Afrizal Sintong Diperiksa Kejati Riau, di Kasus Dugaan Korupsi Dana PI Blok Rokan Senilai Rp 551 Miliar
Dugaan Korupsi Haji Khusus Era Menag Yaqut Masuki Babak Baru
Sumber: FIN