|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
PEKANBARU - Pembangunan Pasar Induk yang berada di Jalan Soekarno Hatta tengah berlangsung. Disperindag Kota Pekanbaru memperkirakan pembangunan pasar itu selesai dalam tahun ini.
Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin menuturkan, pihaknya telah memantau progres pembangunan Pasar Induk di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tuah Madani.
Ia menilai, pembangunan Pasar Induk tersebut sudah banyak kemajuan. Pihak pengelola terus menggesa pembangunan pasar tersebut.
Kapal Induk AS Dikerahkan ke Timur Tengah, Iran Peringatkan Respons Keras
Relokasi Pedagang ke Pasar Induk Pekanbaru Masih Menunggu Kesiapan Fisik Bangunan
"Saya sudah meninjau progres pembangunan pasar induk. Pihak pengelola terus bergerak membangun pasar induk," ujar Ami sapaan akrabnya, Senin (17/4/2023).
Saat ini kata Ami, di lokasi Pasar Induk telah dibangun tempat bongkar muat barang. Bahkan kios-kios juga telah dibangun dan sebagian sudah ada yang selesai.
"Hanya saja, jalan masuk ke pasar induk yang butuh tanah timbun cukup banyak. Saya perkirakan, pasar induk ini sudah rampung dibangun akhir tahun ini," sebutnya seperti dikutip halloriau.
Puluhan Ribu UMK di Sumbar Disiapkan Masuk Pasar Global Ekonomi Halal
DED Flyover Simpang Panam Selesai, Pembangunan Masih Terkendala Pembebasan Lahan
Diketahui sebelumnya, pembangunan Pasar Induk ini penuh dengan dinamika sejak dimulai pada tahun 2016 lalu. Pemko Pekanbaru dan pihak PT Agung Rafa Bonai (ARB), sebagai penyewa lahan, sudah menandatangani kontrak kerja sama pada Oktober 2016 lalu.
Pengelolaannya diberikan kepada PT ARB selama 30 tahun. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) baru bisa diselesaikan 2017.
Pembangunan dilakukan pada 2018. Rupanya, PT ARB kekurangan modal melanjutkan pembangunan akibat pandemi Covid-19.
Bupati Zukri Tinjau Progres Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Terantang Manuk
Pedagang Pusing Penjualan Mobil Bekas 2025 Anjlok, Lebih Buruk dari Masa Pandemi
Pasang surat pembangunan terjadi selama masa pandemi, tahun 2020 dan 2021. Selain masalah finansial akibat pandemi, PT ARB juga meminta kepastian status lahan.
Akhirnya Hak Pengelolaan Lahan (HPL) diterbitkan Kementerian ATR/Badan Pertanahan Nasional pada 2022. Bermodalkan HPL ini, PT ARB mendapat suntikan dana dari bank untuk melanjutkan pembangunan Pasar Induk. Karena, PT ARB telah menghabiskan dana Rp60 miliar dengan capaian pembangunan 60 persen, sejak 2017 hingga 2022.
Tim Pemko Pekanbaru juga telah membahas penyesuaian waktu pembangunan Pasar Induk di Jalan Soekarno-Hatta. Pasalnya, PT ARB sempat terkendala dana akibat pandemi Covid-19 dan belum adanya sertifikat Hak Pengelolaan Lahan (HPL) dari Pemko Pekanbaru. Pembangunan Pasar Induk itu menggunakan skema Build Operate Transfer (BOT) atau biaya pembangunan ditanggung seluruhnya oleh investor. (*)