|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Bupati menerangkan, penurunan stunting menitik beratkan pada penanganan penyebab masalah gizi, yakni faktor yang berhubungan dengan ketahanan pangan khususnya akses terhadap pangan bergizi, lingkungan sosial yang terkait dengan praktik pemberian makanan bayi dan anak, akses terhadap pelayanan kesehatan untuk pencegahan dan pengobatan, serta kesehatan lingkungan yang meliputi tersedianya sarana air bersih dan sanitasi.
"Kabupaten Rohil sendiri memiliki komitmen tinggi dalam percepatan penurunan stunting ini. Hal itu terbukti dari capaian prevelensi stunting Kabupaten Rohil. Di mana, target nasional penurunan stunting ditahun 2024 harus mencapai 14 persen sedangkan kita telah mampu menurunkan angka stunting dari sebelumnya 27,9 persen di tahun 2021 menjadi 14,7 persen," paparnya.
Bupati mengatakan, melalui forum koordinasi percepatan penurunan stunting ini, seluruh stakeholder nanti dapat menyamakan persepsi, membuat rencana kerja serta rencana aksi yang lebih cepat, tepat, terarah dan terukur dalam upaya penurunan angka stunting agar ke depan penurunan stunting terus menunjukkan perubahan ke arah lebih baik, bahkan sampai dengan zero stunting.
Percepatan Penanganan Banjir, PT BSP Turunkan Long Arm Bersihkan Kanal Ring 1 di Dosan
PLTA Koto Panjang Tutup Total Spillway Menyusul Penurunan Inflow
Kepada seluruh perangkat daerah, Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten, TPPS Kecamatan TPPS desa/kelurahan, Bupati meminta agar sejak dini susun strategi dan sinergi agar semua bergerak cepat dalam melakukan penanganan penurunan stunting.
"Dalam penurunan stunting ini perlu kerja sama dari semua pihak. Kami yakin jika pengawasan dilakukan secara maksimal maka stunting ini dapat kita tekan penurunannya," jelasnya.