HOME / Pasar

Rupiah Ditutup Melemah Rp16.884 per Dolar AS 

Rabu, 18 Februari 2026 | 17:04:00 WIB
Editor : Rinalti Oesman | Penulis : pta/ins
Rupiah Ditutup Melemah Rp16.884 per Dolar AS  - Pekanbaruexpress
Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level 16.884 per dolar AS pada Rabu (18/2) sore. Mata uang Garuda melemah 47 poin atau 0,28 persen. (int)

JAKARTA-- Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level 16.884 per dolar AS pada Rabu (18/2) sore. Mata uang Garuda melemah 47 poin atau 0,28 persen dari perdagangan sebelumnya.
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp16.884 per dolar AS.

Mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi. Yen Jepang turun 0,24 persen, yuan China turun 0,05 persen, serta dolar Singapura juga melemah 0,08 persen.

Sedangkan baht Thailand naik 0,05 persen, peso Filipina menguat 0,17 persen, dan won Korea Selatan naik 0,06 persen.

Baca :

Mata uang utama negara maju juga kompak berada di zona merah. Euro Eropa melemah 0,17 persen, poundsterling Inggris melemah 0,05 persen, dan franc Swiss turun 0,22 persen. Kemudian, dolar Australia keok 0,18 persen, dan dolar Kanada juga jatuh 0,19 persen.

Pengamat pasar keuangan Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi faktor eksternal dan domestik.


Pilihan Editor
Berita Lainnya
kampar
Wabup Kampar Launching Bank Beras Masjid Al-Ittihad Kuok
Jumat, 6 Maret 2026 | 14:31:00 WIB
Pasar
Wajah
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara...
Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:54:52 WIB

Artikel Popular
4
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB