|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Editor : Putrajaya
Di sisi lain, publik juga tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Ketika uang negara dibicarakan, kecurigaan adalah refleks yang sah. Yang menjadi pekerjaan rumah bersama adalah bagaimana angka-angka besar itu dijelaskan dengan bahasa yang membumi, dengan perbandingan yang adil, dan dengan transparansi yang cukup untuk diuji.
Sumur bor senilai Rp150 juta bisa tampak mahal jika dibayangkan untuk satu rumah. Namun ia terlihat jauh lebih masuk akal ketika dipahami sebagai sumber air bagi ratusan keluarga yang kehilangan akses air bersih. Di antara dua cara pandang itulah polemik ini hidup.
Dan mungkin, pelajaran terpenting dari keributan soal sumur ini bukan semata tentang air atau anggaran, melainkan tentang pentingnya konteks dalam menilai kebijakan publik. Tanpa itu, angka apa pun - sekecil atau sebesar apa pun - akan selalu terdengar ganjil. *