Sekitar 10 anak dimandikan simbolis air limau. Kemeriahan berlanjut saat Bupati dan Wabup berbaur bersama masyarakat mandi bersama. Meski tak turun langsung ke sungai Siak, kegiatan ini berlangsung meriah.
"Kegiatan mandi balimau sebenarnya sudah terlaksana di beberapa titik, ada di Buantan Koto Gasib dan Tualang. Namun di Kota Siak malah tak pernah dibuat. Makanya ini perdana, dibuat sederhana, dan Insya Allah akan kita gelar rutin tiap tahun menyambut sukacita Ramadhan," ucap Afni.
Penyelenggaraan kegiatan ini didukung oleh tim kreatif Dewan Kesenian Siak, dan pelaksanaannya berlangsung lancar. Banyak tokoh masyarakat mengapresiasi terlaksananya kegiatan ini, karena mampu menjaga tradisi dan membangkitkan kenangan.
Apel Perdana 2026, Bupati Siak 'Prank' 6 ASN yang Berulang Tahun dengan Apresiasi yang Manis
Gelar Rumah Rakyat Perdana, Bupati Afni Dengar Langsung Curhat Warga
"Saya jadi ingat kenangan puluhan tahun yang lalu. Mandi balimau adalah tradisi masa kecil di Siak, dan terimakasih Ibu Bupati atas inisiatif acaranya. Ini semakin menegaskan bahwa niat menjadikan Siak sebagai pusat kebudayaan melayu tidak hanya sekedar simbolis tapi nyata dilaksanakan," kata tokoh masyarakat Siak, Hasri Saily.
Sebelumnya Bupati, Wabup, Sekda, dan seluruh tokoh masyarakat, menyempatkan untuk ziarah ke Makam Sultan Syarif Kasim II. Kegiatan ziarah dan mandi balimau adalah tradisi kemelayuan Siak yang diharapkan tetap terjaga sampai berbilang zaman.**