Persoalan keamanan juga sering menjadi bahan perdebatan. Banyak masyarakat khawatir terhadap penggunaan gas karena risiko kebocoran dan ledakan. Namun para ahli energi menyebut, baik CNG maupun LPG sebenarnya aman digunakan selama instalasi dan pemakaiannya sesuai standar.
Hanya saja, karakter keduanya memang berbeda. CNG memiliki sifat lebih ringan dari udara. Jika terjadi kebocoran, gas akan cenderung naik dan cepat menyebar di udara terbuka. Karena itu, risiko gas mengendap di lantai atau ruangan lebih kecil.
Sebaliknya, LPG lebih berat dari udara. Ketika bocor, gas dapat berkumpul di bagian bawah ruangan dan memicu ledakan jika terkena percikan api. Inilah alasan mengapa kebocoran tabung LPG sering memicu kekhawatiran masyarakat.
Mengenal 3 Obat Covid-19 yang Bakal Diuji Coba WHO
Waisak Nasional, Upaya Mengenalkan Candi Muara Takus ke Mancanegara
Meski begitu, bukan berarti CNG tidak memiliki risiko. Karena disimpan dalam tekanan sangat tinggi, tangki dan instalasi CNG harus memiliki standar keamanan khusus. Pemeriksaan berkala juga menjadi hal penting agar penggunaan tetap aman.
Di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional, kemunculan CNG sebenarnya memberi pilihan baru bagi masyarakat dan industri. Terlebih Indonesia memiliki cadangan gas bumi yang cukup besar. Banyak pihak menilai pemanfaatan gas alam bisa menjadi solusi untuk menekan ketergantungan pada bahan bakar impor.