PEKANBARU – Tokoh Riau sekaligus mantan Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Riau periode 2019–2022, A. Z. Fachri Yasin, meminta agar persoalan yang melibatkan pendiri Riau Pos Grup, H. Rida K. Liamsi, diselesaikan secara bermartabat dan mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan. Menurutnya, jasa besar Rida dalam membangun dunia pers di Riau patut dihormati dan tidak boleh dilupakan.
A. Z. Fachri Yasin mengaku prihatin terhadap polemik yang terjadi antara manajemen Riau Pos Grup dengan H. Rida K. Liamsi. Menurutnya, sebagai pendiri perusahaan media terbesar di Riau, Rida telah memberikan kontribusi besar bagi perkembangan pers, pembangunan daerah, serta melahirkan banyak wartawan melalui proses pembinaan yang panjang.
"Sebagai pendiri, beliau seharusnya mendapat penghormatan yang layak. Apa pun persoalan yang terjadi di internal perusahaan, semestinya diselesaikan secara bermartabat dan mengedepankan nilai-nilai kekeluargaan, bukan justru dengan cara yang melukai rasa keadilan masyarakat," ujar Fachri kepada media, Sabtu (4/7/2026).
Ia menilai persoalan tersebut telah memunculkan keprihatinan di tengah masyarakat Riau yang menjunjung tinggi adat dan budaya Melayu.
Dinamika Politik Kian Sentral, Ketum SMSI Pusat Firdaus Minta Media Siber Daerah Jaga Independensi
Presiden Prabowo Minta Harga TBS Sawit Naik 10 Persen Ikuti Tren CPO Dunia
Menurutnya, Rida K. Liamsi bukan hanya dikenal sebagai pendiri Riau Pos Grup, tetapi juga budayawan, sastrawan, dan tokoh Melayu yang telah mengharumkan nama Riau dan Kepulauan Riau di tingkat nasional maupun internasional.
Fachri yang juga pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Pertanian UIR dan Universitas Riau mengatakan, ia mengenal dekat sosok Rida karena bertetangga. Menurutnya, kepedulian sosial Rida terhadap masyarakat dan kegiatan keagamaan sangat besar.
"Pak Rida memiliki kepedulian sosial dan keagamaan yang tinggi. Beliau banyak membantu pembangunan masjid di lingkungan kami, bahkan menjadi Ketua Pembangunan Masjid Nurul Iman," ungkapnya.
Kampar Dorong Hilirisasi Sawit, Bupati Minta Dukungan Pusat Bangun Pabrik Pengolahan
Biaya Meledak! AS Kewalahan Danai Perang Iran, Minta Tambahan Fantastis
Karena itu, Fachri berharap manajemen Riau Pos Grup dapat mengedepankan penyelesaian yang arif dan bijaksana serta menghormati jasa-jasa pendiri perusahaan yang telah merintis dan membesarkan Riau Pos Grup dari awal.
Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan perusahaan tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah pada masa awal berdirinya.
"Jangan sampai masyarakat Melayu Riau menilai sebuah perusahaan besar melupakan sejarah dan jasa orang yang telah membangunnya dengan sepenuh hati. Menghormati pendiri adalah bagian dari menjaga marwah perusahaan, baik hari ini maupun di masa depan," tegasnya.
Mitigasi Energi Disiapkan Pemerintah Jelang Lebaran, Masyarakat Diminta Tidak Boros
Jelang Idul Fitri, Bupati Kampar Minta OPD Siaga dan Dirikan 8 Posko Perbatasan
Di akhir pernyataannya, Fachri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Melayu yang menghormati para tokoh dan sesepuh. Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik melalui dialog dan musyawarah sehingga tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.**