|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
"Abis (setelah itu) dong (para tersangka) campur odol, lilin baru bakar ini anak (korban) punya kemaluan. Campur lilin dan odol dan petek (pemantik) baru mereka bakar (di kemaluan)", katanya.
Cerita Ati dibenarkan korban, PS, bahwa dia mengalami penyiksaan yang dilakukan dua anggota TNI Kodim 1627 Rote Ndao Serka AODK dan Serma MSB di rumah Serma MSB.
"(Kedua Anggota TNI) Bakar pakai lilin, itu pak tentara (yang membakar), (bakar) satu kali", katanya.
Plt Kadiskes Riau Bantah Tuduhan Penganiayaan: “Ini Upaya Pembunuhan Karakter Bernuansa Politis”
Syarat Tinggi Prajurit TNI AD Kini Lebih Pendek, Ini Alasannya
Berdasarkan pengakuan ayah PS, Joni Seuk, korban yang masih duduk di bangku kelas IV SD itu dijemput Serka AODK dan Serma MSB di rumahnya sejak Kamis (19/8) malam pukul 19.00 Wita, lalu dibawa ke rumah Serma MSB di Kelurahan Metina.
Korban baru dipulangkan Kamis tengah malam. Dan diduga saat itu korban mulai mendapat penganiayaan, karena dituduh mencuri telepon seluler.