|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Tak berhenti di situ, keesokan harinya pada Jumat (20/8) saat korban bermain di pantai Ba'a, korban kembali didatangi oleh Serka AODK untuk diinterogasi. Tetapi kejadian tersebut tidak diceritakan PS kepada kedua orangtuanya saat itu juga.
Joni menceritakan pada Jumat malam sekitar pukul 19.00 Wita, Serka AODK bersama beberapa orang lainnya kembali mendatangi rumah mereka untuk menjemput PS.
"Saat itu PS ketakutan dan bersembunyi dalam lemari di kamarnya," kata Joni.
Plt Kadiskes Riau Bantah Tuduhan Penganiayaan: “Ini Upaya Pembunuhan Karakter Bernuansa Politis”
Syarat Tinggi Prajurit TNI AD Kini Lebih Pendek, Ini Alasannya
Serka AODK lalu menemukan korban yang bersembunyi itu, lalu sempat menganiaya korban di kamar hingga mulutnya berdarah. Joni dan istrinya menyaksikan penyiksaan itu, dan mereka tak bisa berbuat apa-apa ketika PS kembali dibawa. Sabtu dini hari, lanjut Ati, PS diantar Serma MSB dan Serka AODK ke rumahnya dalam keadaan telanjang.
Saat diantarkan tersebut, kata Ati, Serka AODK memaksa PS menunjukkan tempat menyembunyikan telepon seluler yang dituduhkan telah dicuri itu. Tapi, saat itu PS kebingungan dan itu memancing amarah Serka AODK yang kemudian menganiaya PS di depan kedua orangtuanya.