|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
"Kedua, frasa kata '... SILAKAN KELUAR ...' punya konotasi sebagai bentuk 'ancaman' dan hal itu juga bisa disebut sebagai kekerasan verbal. Untuk itu perlu dipertanyakan, bukankah hal ini sebagai pelanggaran atas 3 (tiga) dari 5 (lima) asas KPK, yaitu: akuntabilitas, kepastian hukum dan kepentingan umum," imbuh BW seperti dikutip detikcom
Namun hal itu ditepis KPK melalui Kabag Pemberitaan Ali Fikri. Ali menuding pernyataan BW sebagai bentuk intervensi.
"Jadi kami mohon dan berharap termasuk kepada masyarakat jangan kemudian terus menerus menarasikan dengan dikaitkan dengan Formula E dll, kontraproduktif dengan fakta-fakta yang ada, tidak sesuai dengan fakta-fakta yang ada sebagaimana pemberitaan kemarin," kata Ali.
Pengawasan Dipertanyakan, Kapolresta Sleman Dinonaktifkan Usai Polemik Kasus Hogi Minaya
Perkuat Kolaborasi Polri dan Media, Kabid Humas Polda Riau Kunjungi PWI Riau
"Justru pernyataan-pernyataan itu sebagai bentuk intervensi sesungguhnya kepada kami penegak hukum dengan narasi-narasi dibawa ke wilayah-wilayah politik. Saya kira stop dan akhiri persoalan seperti itu," sambung Ali memberikan penegasan.
2 Jenderal 'Diusir' Firli Bahuri
Kini giliran 2 jenderal polisi di jabatan strategis KPK. Mereka adalah Irjen Karyoto sebagai Deputi Penindakan dan Brigjen Endar sebagai Direktur Penyelidikan. Narasi yang berkembang adalah bahwa Firli Bahuri selaku Ketua KPK merekomendasikan 2 nama itu ke Kapolri untuk ditarik ke Korps Bhayangkara dalam rangka promosi jabatan.