POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
HOME / Riau

Proyek Mandek Pemprov Riau Tak Masuk LKPj 2022

Mardianto Nilai Kinerja Pemprov Tak Becus

Senin, 17 April 2023 | 18:05:19 WIB
Editor : Putrajaya | Penulis : Rinai
Mardianto Nilai Kinerja Pemprov Tak Becus - Pekanbaruexpress
Proyek Payung Elektrik berada di komplek masjid Agung Annur, Pekanbar, Riau. (Int)

PEKANBARU - Anggota DPRD Riau fraksi PAN, Mardianto Manan mengomentari sejumlah proyek Pemprov Riau tahun anggaran 2022 yang tidak selesai namun tidak disebutkan di dalam Laporan Kerja Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah tahun 2022.

Ia menyebut, tak menemukan hal ini sebagai catatan Panitia Khusus (Pansus) LKPj Kepala Daerah Provinsi Riau tahun 2022 yang dibacakan di sidang Paripurna Senin (17/4/2023) siang tadi.

"Tidak ada saya lihat laporan keterlambatan proyek tahun lalu. Padahal kan ini basis kinerja juga," kata dia.

Baca :

Mardianto menyebut, sejumlah proyek strategis Pemprov seperti Payung Elektrik Raksasa di Masjid Agung Annur Provinsi Riau, Qur'an Center di Komplek MTQ Jalan Sudirman, hingga Riau Creative Hub di Jalan Arifin Achmad yang tak selesai.

"Tender yang sudah dilakukan, kontrak kerja sudah dibuat, lokasi dan masa kerjanya sudah ditentukan. Logikanya harus dikerjakan tepat waktu. Apabila ia terlambat satu hari saja, didenda," ujarnya seperti dikutip halloriau.

Mardianto menambahkan, proyek yang tertunda berulang kali penyelesaiannya ini menunjukkan kinerja Pemprov Riau yang tidak becus.

Baca :

"Perlu evaluasi di beragam tingkatan mulai dari pengadaan barang dan jasa di lembaga pengadaan secara elektronik (LPSE), implementasi pengerjaan, atau pengawasan tidak berjalan," sebutnya.

Mardianto juga meminta kepada Pemprov untuk mempercepat tender mengingat tahun 2023 sudah memasuki bulan April. Sebab, kata Mardianto, salah satu alasan keterlambatan penyelesaian proyek itu disebabkan oleh kontrak yang juga lambat.

"Ini alasan klasik, makanya sekarang kita percepat. Lakukan pengadaan dengan independen, dengan kajian yang mumpuni," ujarnya.

Baca :

Tak hanya itu, Mardianto juga mengkritisi OPD yang terlibat karena permasalahan ini berulang. seharusnya ada mekanisme pembenahan dari dalam sehingga tak terulang hal yang sama.

"Itu seharusnya dikaji di dalam, kalau dari sudut pandang saya orang luar, saya katakan tidak profesional itu. Kalau memang merasa profesional, bantah ucapan saya ini," tutupnya. (*)

 

Baca :


Pilihan Editor
Berita Lainnya
Solo
Kasus Kuota Haji Seret Nama Jokowi, Mantan Presiden Buka Suara
Jumat, 30 Januari 2026 | 21:54:35 WIB
Riyadh
MBS Tegaskan Saudi Tak Akan Jadi Basis Serangan ke Iran
Jumat, 30 Januari 2026 | 21:46:43 WIB
riau
Pemkab Siak Gandeng ICEL Review Perizinan Konflik Hutan dan Lahan
Kamis, 29 Januari 2026 | 16:16:40 WIB
Pasar
Wajah
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara
Trump Nyentil, Clooney Pindah Warga Negara...
Sabtu, 3 Januari 2026 | 15:54:52 WIB

Artikel Popular
1
2
5
politikus
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu Revisi
Jazuli: Nilai Undang Undang Pemilu Perlu...
Jumat, 3 Januari 2025 | 16:30:00 WIB
Politik
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Riau dan Gagalnya Mimpi Wisata
Senin, 5 Mei 2025 | 11:59:34 WIB
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Tradisi Unik yang Penuh Makna dan Keseruan
Minggu, 16 Maret 2025 | 10:04:32 WIB
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Bali Destinasi Wisata Nomor Satu di Asia-Pasifik
Kamis, 13 Maret 2025 | 11:56:04 WIB