|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
JAKARTA – Direktur Eksekutif Center of Intelligence and Strategic Studies (CISS), Ngasiman Djoyonegoro mengatakan, gugurnya anggota Kostrad TNI dan Kopassus TNI di Papua akibat serangan Kelompok Separatis Teroris (KST) di Papua patut dijadikan perhatian dan evaluasi bagi TNI. Menurut dia, pasukan tempur TNI perlu dievaluasi.
"Pertama, SDM tempur TNI perlu dievaluasi secara lebih mendalam. Seharusnya korban jiwa bisa diminimalisir jika personel TNI siap tempur, terlebih yang menjadi korban adalah pasukan khusus," ujar Ngasiman dalam keterangan tertulis yang diterima republika.co.id, Sabtu (22/4/2023).
Artinya, kata dia, ada sistem yang tidak kuat dalam rekrutmen, penggemblengan dan pembinaan personel. Sementara, kualitas personel merupakan cerminan kualitas dari proses.
Syarat Tinggi Prajurit TNI AD Kini Lebih Pendek, Ini Alasannya
Panglima TNI Ultimatum Prajurit Aktif: Pilih TNI atau Jabatan Sipil
Selain itu, menurut Ngasiman, TNI juga harus mengevaluasi sistem komando di daerah yang rawan konflik. Menurut dia, ini menyangkut pemilihan personel berdasarkan kapabilitas, informasi intelijen, dukungan alutsista dan sistem pengambilan keputusan dalam operasi
"Sistem komando ini mencerminkan keseriusan TNI dalam mempersiapkan dirinya di medan-medan yang memang sudah ketahuan tingkat kesulitannya," kata Ngasiman.