|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Dia pun mendorong agar TNI tetap menjalankan profesionalitasnya dalam menjalankan tugasnya. Bagaimanapun, kata dia, KST di Papua haruslah ditanggulangi karena dapat mengganggu dan mengancam kedaulatan negara.
Sebelumnya, Kodam Cenderawasih membenarkan kelompok separatis teroris (KST) Papua menyergab dan menyerang Pos Militer Mugi di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, Sabtu (15/4/2023) sore WIT. Dalam kronologi yang dikirimkan untuk Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) I/Kostrad, dilaporkan enam personel TNI gugur.
Kodam XVII/Cenderawasih membenarkan adanya insiden penyerangan itu. Meski begitu, jumlah korban masih belum bisa dipastikan, termasuk kabar sembilan personel TNI AD tertangkap KST. Selain berasal dari Satuan Tugas (Satgas) Yonif Raider 321/Galuh Taruna Kostrad, dilaporkan personel Komando Pasukan Khusus (Kopassus) juga menjadi korban. (*)
Syarat Tinggi Prajurit TNI AD Kini Lebih Pendek, Ini Alasannya
Panglima TNI Ultimatum Prajurit Aktif: Pilih TNI atau Jabatan Sipil