|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Sesuai perkembangannya, saat ini kebutuhan bibit ikan patin di Koto Mesjid sudah mencapai sebanyak 3,5 juta ekor bibit ikan patin yang dibutuhkan setiap bulannya. Pemenuhan kebutuhan bibit ikan patin tersebut diisi oleh 8 pengusaha benih ikan yang ada di Desa Koto masjid, termasuk dirinya juga terlibat dalam pembenihan ikan patin.
Pencapaian saat ini, awalnya tidak semuanya berjalan mulus, tapi melalui proses yang cukup panjang. Berbagai teknologi, dan pembinaan yang tepat dari berbagai pihak yang memiliki andil yang besar, salah satunya pembinaan dari STP Riau yang disponsori oleh PT PHR dalam menjadikan Koto Mesjid sebagai Desa Wisata.Pendapatannyapun meningkat sekitar 30 %.
Bagaimana tidak, Desa Wisata Kampung Patin saat ini sudah menjelma sebagai sentra perikanan yang mampu menghasilkan 15 ton patin per hari. Bahkan, itu belum sepenuhnya bisa memenuhi permintaan pasar. Walaupun, hampir semua warga memiliki kolam ikan patin lebih dari satu. Dulunya, warga desa hanya memanfaatkan sektor perkebunan karet yang bergantung pada cuaca. Jika hujan turun, mereka tidak bisa menderes karet.
Eropa Waspada, Pernyataan AS soal Greenland Picu Reaksi Sekutu
DPR Kunci Pilkada: Revisi UU Dipastikan Tak Masuk Prolegnas 2026
"Bisa dibilang,tiada rumah tanpa kolam ikan. Dan itu sudah jadi motto Desa Koto Masjid," jelas Suhaimi.
Diakuinya, diawal budi daya ikan patin ini, masalah pertama yang dihadapi adalah masalah pembibitan. Sehingga Suhaimi melakukan pembibitan sendiri untuk memenuhi kebutuhan bibit ikan yang dibutuhkan oleh masyarakat Koto masjid.