|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Edi Wong, toke ikan sale Desa Koto Masjid. (Foto: Deslina/PE)
Salah seorang toke Ikan Sale yang dijumpai di lokasi pengasapan ikan Patin Desa Koto Masjid, Edi Wong mengatakan, bahwa usaha pengasapan ikan Patin miliknya membutuhkan bahan baku sebanyak 4 ton ikan Patin segar setiap harinya. Dari 4 ton ikan Patin segar tersebut, bisa menghasilkan produksi ikan Patin asap sekitar 700 kg. Pengasapan ikan Patin berlangsung selama 8 jam. Semua hasil produksi ikan Patin asap tersebut sudah ada tempat menampungnya. Ada untuk dijual di pasar dan adapula untuk dikirim mengisi kebutuhan pasar di luar Provinsi Riau.
"Dilokasi ini terdapat 8 rumah produksi pengasapan ikan Patin. Rumah produksi pengasapan ikan Patin tersebut dibangun oleh pemerintah, dan dikelola oleh masyarakat. Sehingga hasil panen kolam budi daya ikan patin masyarakat dapat ditampung untuk dikelola di rumah produksi tersebut," jelas Kaur Umum Desa Koto Masjid ,Agus Salim J yang ditemui di sela-sela peninjauan di lokasi pengasapan ikan patin.
Eropa Waspada, Pernyataan AS soal Greenland Picu Reaksi Sekutu
DPR Kunci Pilkada: Revisi UU Dipastikan Tak Masuk Prolegnas 2026
Ikon Desa Koto Mesjid
Kepala Desa Koto Mesjid Kecamatan XIII Koto Kampar, Arjunalis didampingi Kaur Desa Koto Mesjid Kecamatan XIII Koto Kampar Agus Salim J mengatakan, sebagai sebuah desa, Koto Mesjid dituntut untuk memiliki sebuah produk unggulan dengan memanfaatkan potensi desa yang ada. Potensi ikan patin, menjadi pilihan sebagai ikon Desa Koto Mesjid.