|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Riau, PHR melakukan pendampingan yang berfokus pada peningkatan keterampilan pengembangan budi daya ikan patin, identifikasi potensi objek wisata, pemandu wisata, penginapan, souvenir (cinderamata) dan kuliner khas ikan patin.
Selain bantuan tersebut, PT. PHR juga membantu dalam memasarkan produk-produk UMKM masyarakat Koto Masjid. Selain memasarkan pada gerai yang dimiliki dan disponsori oleh PT PHR, produk UMKM masyarakat Desa Koto Masjid juga selalu dijadikan bagian isi goodie bag yang selalu diberikan oleh PT PHR kepada para tamunya dan pada iven-ivent yang dilaksanakan dan diikuti oleh PT. PHR.
Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Riau, Dr. Ir. Eni Sumiarsih, MSc mengatakan, bahwa STP Riau sudah melakukan pembinaan dalam mewujudkan desa wisata terhadap masyarakat desa Koto Mesjid semenjak tahun 2019 yang lalu. Pembinaan tersebut berbentuk pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (Community Based Tourism).
Eropa Waspada, Pernyataan AS soal Greenland Picu Reaksi Sekutu
DPR Kunci Pilkada: Revisi UU Dipastikan Tak Masuk Prolegnas 2026
Penentuan Koto Mesjid sebagai binaan STP Riau telah melalui tahapan analisis dan diskusi bersama Dinas Pariwisata Provinsi Riau. Dalam mewujudkan Koto Mesjid sebagai desa wisata berdasarkan modul dari Kemenparekraf yang disponsori atau didukung oleh PT. PHR dari segi pendanaannya.
Pembinaan yang dilakukan terdiri dari pelatihan tata kelola desa wisata, Pelatihan pemandu wisata, pelatihan kuliner dan gastronomi (ilmu tentang masyarakat). Pelatihan kewirausahaan dan UMKM, pelatihan tata kelola homestay. Saat ini telah terdapat 18 homestay yang dapat melayani pengunjung untuk bermalam di Kampung Patin.