|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
"Saat ini, sudah ada 8 pengusaha benih ikan ikan patin di Desa Koto Mesjid. Kebutuhan bibit ikan patin di Koto Mesjid perbulannya sudah mencapai 3,5 juta ekor bibit ikan. Warganya tidak lagi perlu jauh-jauh membeli bibit dari daerah lain, semuanya sudah tersedia di desa tersebut.
Soal harga diakui Suhaimi, bibit patin ukuran inchi, atau berusia 21 hari dihargai 140 rupiah/perekor. Satu kolom miliknya dengan ukuran 25 x 40 meter bisa menghasilkan 150 ribu bibit ikan patin. "Bibit kami sudah memiliki sertifikat dari BSNN, sebagai bukti cara pembenihan ikan patinnya sudah berkualitas baik," ucapnya.
Seiring itu pembenihan ikan patin ini juga menumbuhan sektor usaha baru, yaitu penyuplai pakan ikan. "Keuntungan kita saat ini, bisa mendapatkan bibit ikan patin yang baik, memiliki 32 pabrik pakan ikan. Sehingga, kebutuhan pakan kolam ikan patin warga terjamin. Budidaya ikan patin yang kita lakukan ini, juga mampu mengerakkan usaha rumahan. Tidak ada lulusan sekolah disini jadi pengangguran. Zerro pengangguran. Semua terserap dalam usaha UMKM yang tumbuh beriringan. Bahkan, kita malah menampung tenaga kerja dari luar, dari provinsi tetangga, Pasaman, Sumbar," jelas Suhaimi.
Eropa Waspada, Pernyataan AS soal Greenland Picu Reaksi Sekutu
DPR Kunci Pilkada: Revisi UU Dipastikan Tak Masuk Prolegnas 2026
Hasil ikan patin milik warga Desa Koto Masjid saat ini,lebih banyak terserap untuk usaha kelompok UMKM yang ada di desa tersebut. Rata-rata perhari, mereka membutuhkan 12-15 ton ikan patin segar. Ikan tersebut dikelola menjadi berbagai macam produk makanan. Mulai dari ikan asap, bakso ikan, abon patin, nugget ikan, kerupuk kulit ikan dan berbagai macam produksi hilir ikan Patin lainnya.Bahkan, abon ikan Patin yang menjadi salah satu produksi hilir ikan patin, sudah menjadi dagangan ekspor ke luar negeri. Abon ikan Patin produksi desa wisata Koto Mesjid sudah laku terjual di negara Malaysia.
Hanya sekitar 5% ikan Patin yang dijual sebagai ikan segar untuk memenuhi pasar-pasar yang membutuhkan. Hasil produksi ikan Patin Koto Mesjid sudah menembus daerah-daerah sekitar Provinsi Riau. Seperti daerah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Palembang, Jambi dan daerah Sumatera Barat.