|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Sebagai petani kelapa di Mandah. Dia memiliki 22 baris pohon kelapa (1 baris 37 pohon,red). Namun pohon kelapanya kini, tidak lagi menghasilkan dan hancur kena banjir. Dia belum mengecap'manisnya' usaha sebagai petani kelapa yang ditanamnya. Hari ke hari, hasilnya belum bisa memenuhi kebutuhan pangan dua anak dan istrinya. Sementara kebutuhan sandang terpaksa sedikit dikesampingkan.
"Kalau terus bertahan di kampung bertani, tak makan. Kalau jadi buruh ini, asal ada kelapa dan datang lebih pagi. Kita bisalah mengumpulkan receh lebih banyak. Kalau kelapa banyak, bisa dapat Rp50 Ribu sampai Rp75 ribu sehari. Upah membersihkan jambul satu kelapa Rp50 perak. Selain bersihkan jambul, bisa juga mencongkel, melansir dan menjemur serta membelah kelapa. Upahnya itu berbeda-beda.Kalau mencongkel kelapa, 1 pikul upahnya Rp30 ribu," jelas Yanto sambil menyeka keringat yang meleleh.
Selain Yanto, ada pasangan suami istri, Ahmad Syahri (48) dan Yuliana (29) yang menjalani profesi sebagai buruh pencongkel kelapa. Pasangan suami istri yang memiliki satu anak ini, juga mengantungkan hidupnya sebagai buruh kelapa. Ahmad Syahri, pria asal Sumatera Utara ini, memilih bekerja mengikuti istrinya yang telah lebih dulu menjadi buruh.
Sepanjang 1,3 Km Jalan Tualang-Sungai Mandau Siak Akan Dibangun dari APBN
Komitmen Bupati Afni, Tidak Akan Wariskan Utang kepada Pemimpin Setelahnya
" Kalau bekerja bersama di sini, pahit-pahitnya kalau kelapa lagi banyak, bisalah berdua dapat Rp100 ribu/hari," jelasnya. Upah itu dia peroleh, dari berbagai kegiatan yang bisa dilakukannya dari pagi hingga sore hari. Dari mulai membersihkan jambul, membelah, mencongkel, melansir hingga menjemur kelapa.
Dapat Alokasi Replanting