|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Padahal, menurut Ginting, harus ada diversifikasi usaha. Seperti PT Pulau Sambu yang memproduksi santan kelapa dan nata de coco dari bahan baku air kelapa. Menurut Ginting keduanya kini jadi produk unggulan perusahaan.
Ginting juga mengatakan hingga saat ini belum ada tata niaga kelapa seperti di kelapa sawit. Di kelapa sawit pemerintah menentukan harga eceran tertinggi (HET) buah sawit. Sedangkan harga kelapa tergantung sepenuhnya kepada pasar.
Menurut Ginting, harga kelapa bisa naik kalau ada permintaan pasar yang besar, terutama dari luarnegeri. Namun, sangat disayangkan untuk ekspor hingga kini belum ada bea keluar atau pajak ekspor kelapa, sehingga tidak menjadi sumber pemasukan bagi negara. Karena itu Ginting berharap pihak luar negeri membangun industri pengolahan kelapa di Riau. Ini akan memberikan nilai tambah baik dari tenaga kerja, pajak, dan lainnya.
Sepanjang 1,3 Km Jalan Tualang-Sungai Mandau Siak Akan Dibangun dari APBN
Komitmen Bupati Afni, Tidak Akan Wariskan Utang kepada Pemimpin Setelahnya
Sejarah Kelapa
Di Indragiri Hilir ternyata panjang. Kelapa sudah mulai dikenal sejak zaman Hindia Belanda. Kabupaten ini dikenal sebagai penghasil kelapa terkemuka, bahkan sampai saat ini.
Pada tahun 1918, Mufti Indragiri Tuan Guru Syekh Abdurrahman Shiddiq bersama keluarga dan muridnya membuat parit-parit untuk mengatur sirkulasi air pasang dan surut air laut. Sekrang di kenal sebagai sistem kanalisasi.