|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
Sekretaris Dinas Perkebunan Kabupaten Indragiri Hilir, Abdurrahman mengatakan, perkebunan kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir mengalami penurunan, dimana luas lahan kini berada di bawah 400.000 hektare, atau sekitar 341.762 hektere. Sebanyak 67 persen penduduk mengandalkan hidup dari hasil kelapa.
Namun kenikmatan hidup masyarakat dari hasil kelapa, semakin mulai meredup. Sudah banyak pohon kelapa yang berusia tua, sehingga ikut menjadi faktor turunnya harga jual. Tak sedikit pula tanaman kelapa yang rusak akibat serangan hama dan rusaknya drainasi. Air yang terlalu lama menggenang membuat akar rusak sehingga mematikan pohon kelapa.
Penyebab penurunan luasan tersebut dikarenakan pengelolaannya yang kurang produktif, banyaknya tanaman yang sudah tua dan rusak yang seharusnya diremajakan, banyaknya petani yang beralih ke komoditas sawit dan ada sebagian perkebunan petani yang masuk dalam kawasan hutan sehingga menjadi kendala dalam pelaksanaan program replanting. Sebab, Pemkab Inhil harus mengajukan izin dulu ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Bahkan di Kecamatan Mandah,perkebunan kelapa semakin terancam, akibat intrusi air laut.
Sepanjang 1,3 Km Jalan Tualang-Sungai Mandau Siak Akan Dibangun dari APBN
Komitmen Bupati Afni, Tidak Akan Wariskan Utang kepada Pemimpin Setelahnya
Terkait kondisi , jelas Abdurrahman, Pemkab Inhil sudah melakukan perbaikan tanggul sepanjang 1.000 kilometer untuk melindungi kebun kelapa petani. Bahkan, juga membuat akses jalan. Selama ini kelapa dibawa dengan perahu, sehingga costnya jadi semakin tinggi.
Bahkan dikatakannya, sepanjang tahun 2021, Kabupaten Indragiri Hilir mendapatkan alokasi replanting atau peremajaan tanaman kelapa seluas 200 hektare, 100 hektare merupakan program bantuan dari peremajaan tanaman kelapa lewat APBN, dan 100 hektare bersumber dari APBD.