|
PEKANBARUEXPRESS
|
![]() |
|||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||
JAKARTA -- Setelah pemerintah meninggikan harga Pertalite muncul suara arus bawah tentang BBM subsidi ini yang menduga kualitas dan warnanya berubah serta bikin boros kendaraan.
Pakar mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) Iman Kartolaksono Reksowardojo menjelaskan pewarna tak berpengaruh pada kualitas BBM. Sedangkan anggapan Pertalite sekarang bikin boros dikatakan Iman merupakan penilaian subjektif.
"Pewarna itu tidak ada pengaruhnya," kata dia dalam keterangan tertulisnya, disitat Antara, Senin (26/9).
Dugaan SPPD Fiktif di PUPR Pelalawan Menguat, Negara Berpotensi Rugi Rp270 Juta
Operasional Bandara Khusus Dipertanyakan, DPR Minta Dugaan Peran Oknum Pejabat Diusut
Pertalite diketahui merupakan BBM yang memiliki penampilan visual jernih dan terang. Pertamina mewarnai Pertalite hijau.
Meski begitu beda dari Pertamax (biru) dan Premium (kuning) yang tercatat punya spesifikasi 'kandungan pewarna' maksimal 0,13 gram per 100 liter, Pertalite tak memilikinya, begitu pula Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite dan Biosolar (B30).
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menjelaskan pemakaian warna pada BBM untuk membedakan saja antara Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo. Kata dia semua jenis BBM berwarna bening.
Kejati Kepri Geledah Kantor Jasa Kapal Batam, Ungkap Dugaan Korupsi Rp4,4 Miliar
Kontroversi KPU dan Dugaan Perlindungan Politik
"Warna yang diberikan pada BBM hanya untuk pembeda, tidak ada kaitannya dengan boros tidaknya dalam penggunaan BBM. Zat pewarna ini tidak berpengaruh terhadap performa atau kualitas atau spesifikasi BBM," ujar Irto dikutip dari CNN Indonesia.
Irto menjelaskan spesifikasi Pertalite yang dijual ke masyarakat sesuai Keputusan Dirjen Migas Nomor 0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) BBM RON 90 yang Dipasarkan di Dalam Negeri.
Iman yang membahas soal dugaan kualitas Pertalite saat ini bikin boros kendaraan menjelaskan untuk pembuktian butuh pengujian.
PBB Desak Investigasi Dugaan Kekerasan Aparat dalam Aksi Protes di Indonesia
KPK Geledah Kediaman Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
"Tidak bisa menilai kualitas BBM hanya dari kebiasaan sehari-hari, karena penilaian tersebut tidak terkontrol," kata Iman.
Menurut Iman yang harus dilakukan yaitu membandingkan Pertalite lama (sebelum harga naik) dengan Pertalite yang saat ini dijual di SPBU.
Situasi pengujian juga disebut harus identik, yakni rute, jam pengujian, dan jenis kendaraan. Iman bilang jika salah satu saja ada yang berbeda maka akan memengaruhi pengetesan.
Mantan Bupati Rohil Afrizal Sintong Diperiksa Kejati Riau, di Kasus Dugaan Korupsi Dana PI Blok Rokan Senilai Rp 551 Miliar
Dugaan Korupsi Haji Khusus Era Menag Yaqut Masuki Babak Baru
Makanya, pengujian harus apple to apple. Intinya, harus ada pengujian. Jangan hanya subjektivitas," ucap Iman.
Sumber: CNNindonesia.com